Boeing Bangkit, Pesanan Jet Kalahkan Airbus Sejak 2018

Boeing Bangkit, Pesanan Jet Kalahkan Airbus Sejak 2018

Share this article

Gotrade News - Boeing mencatat lonjakan pesanan dan pengiriman jet komersial sepanjang 2025, menandai pemulihan besar setelah dua tahun krisis produksi. Langkah ini mempersempit jarak dengan rival utamanya, Airbus, dan memberi sinyal bahwa turnaround perusahaan mulai membuahkan hasil nyata.

Menurut laporan The Daily Upside, Boeing membukukan 1.173 pesanan bersih jet komersial di 2025. Angka ini mengalahkan Airbus yang mencatat 889 pesanan, menjadikannya kemenangan pertama Boeing dalam tujuh tahun terakhir.


Key Takeaways:

  • Boeing mengirimkan 600 jet di 2025, naik signifikan dari 348 unit di 2024 yang sempat anjlok 35%
  • Kontrak ekspor jet senilai 215 miliar dolar AS difasilitasi pemerintah AS, mayoritas untuk Boeing dan GE Aerospace
  • Dari 26 analis yang memantau saham Boeing, 20 di antaranya memasang rating beli

Pemulihan dari Krisis Produksi

Pencapaian 2025 sangat kontras dengan kondisi Boeing setahun sebelumnya. Di 2024, pengiriman perusahaan anjlok 35% ke 348 unit akibat mogok kerja masinis dan masalah kualitas produksi yang berkepanjangan.

CEO Kelly Ortberg yang mengambil alih di 2024 langsung memfokuskan perbaikan pada kontrol kualitas dan koordinasi rantai pasok. Salah satu langkah besar adalah menyelesaikan akuisisi ulang supplier Spirit AeroSystems, yang menjadi sorotan setelah insiden pintu darurat terlepas di penerbangan Alaska Airlines.

Setelah regulator puas dengan perbaikan di lini perakitan, FAA mencabut pembatasan terhadap Boeing. Pengiriman pun melonjak ke 600 unit di 2025, melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan sekitar 590 unit.

Boeing kini menargetkan kenaikan pengiriman 10% di tahun ini. Sementara Airbus memasang target 870 unit, lebih rendah dari ekspektasi analis di 880 unit.

Faktor Geopolitik dan Prospek Saham

Faktor di luar internal perusahaan juga berperan besar dalam kebangkitan Boeing. Pemerintahan Donald Trump secara aktif memfasilitasi penjualan jet melalui kesepakatan diplomasi dagang.

Menurut Departemen Perdagangan AS, kontrak luar negeri yang difasilitasi pemerintah melonjak hampir tiga kali lipat di 2025, mencapai 244 miliar dolar AS. Sekitar 215 miliar dolar AS di antaranya berasal dari penjualan pesawat Boeing dan mesin GE Aerospace.

Salah satu kesepakatan terbesar adalah kontrak 96 miliar dolar AS dengan Qatar Airways. Boeing juga mengantongi perjanjian senilai lebih dari 30 miliar dolar AS dengan maskapai Vietnam bulan lalu.

Di sisi pasar modal, saham Boeing naik 32,1% dalam 12 bulan terakhir. Sebagai perbandingan, saham Airbus yang terdaftar di Paris hanya naik 11,6% di periode yang sama.

Meski Airbus masih unggul dalam backlog pesanan dengan 8.777 unit dibanding Boeing di 6.770 unit, prospek jangka panjang keduanya tetap solid. Airbus sendiri memproyeksikan permintaan global lebih dari 43.000 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan, dengan pertumbuhan lalu lintas penumpang 3,6% per tahun.

Tantangan rantai pasok tetap menjadi risiko bersama bagi keduanya. Airbus harus memangkas target pengiriman 2025 dari 820 menjadi 790 unit akibat masalah panel fuselage dari supplier Sofitec, lalu memangkas proyeksi 2026 karena keterlambatan pasokan mesin dari Pratt & Whitney.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade