Gotrade News - CEO Nvidia Jensen Huang baru saja meredam kepanikan pasar terkait ancaman AI terhadap industri software. Pernyataan ini muncul setelah aksi jual massal saham teknologi melanda pasar global pada Selasa (03/02).
Investor sebelumnya khawatir rilis chatbot terbaru Anthropic akan membuat alat perangkat lunak menjadi usang. Huang menegaskan bahwa pandangan tersebut keliru dan justru bertentangan dengan logika perkembangan teknologi.
Key Takeaways:
-
Jensen Huang menilai AI akan memperkuat, bukan menggantikan peran software konvensional.
-
Kepanikan pasar dipicu oleh rilis fitur baru Anthropic yang dianggap mendisrupsi jasa profesional.
-
Saham sektor teknologi di Asia sempat anjlok tajam sebelum adanya klarifikasi ini.
Gelombang penjualan saham ini meluas hingga ke pasar Asia pada perdagangan Rabu (04/02). Ketakutan akan disrupsi AI memukul valuasi perusahaan perangkat lunak di India, Jepang, hingga Tiongkok.
Huang menyampaikan pandangannya dalam konferensi AI yang digelar oleh Cisco di San Francisco. Menurutnya, inovasi AI terbaru justru dirancang untuk memanfaatkan alat yang sudah ada secara eksplisit.
Reuters melaporkan bahwa Huang menyebut ide penggantian software oleh AI sebagai hal paling tidak logis. Ia menekankan bahwa waktu akan membuktikan bahwa alat digital tetap menjadi komponen vital.
Bos Nvidia itu mengilustrasikan bahwa manusia maupun robot canggih pasti akan tetap menggunakan alat bantu. Menurutnya, tidak masuk akal jika teknologi cerdas justru memilih untuk menciptakan ulang alat dasar.
Pasar merespons sentimen negatif ini dengan penurunan tajam pada saham eksportir TI India sebesar 6,3%. Laporan Reuters mencatat saham Infosys anjlok hingga 7,3% akibat kekhawatiran tersebut.
Indeks Layanan Perangkat Lunak CSI Tiongkok turut melemah sebesar 3% di tengah ketidakpastian ini. Di Hong Kong, saham Kingdee International Software Group bahkan terperosok lebih dari 13%.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Reuters, Nvidia's Huang dismisses fears AI will replace software tools as stock selloff deepens. Diakses pada 4 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











