Bursa Asia dan Minyak di Bawah Tekanan Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Bursa Asia dan Minyak di Bawah Tekanan Iran

Share this article

Gotrade News - Pasar keuangan Asia mengawali minggu dengan volatilitas tinggi pada Senin (23/3). Bursa saham merosot menyusul ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 1,2% diikuti bursa Jepang yang jatuh hingga 3% setelah libur Jumat lalu. Pergerakan serupa terjadi di Korea Selatan dan Australia dengan Indeks Kospi turun lebih dari 4% dan saham-saham Australia melemah 2%.

Investor merasa cemas dengan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, melibatkan ancaman serangan antara AS dan Iran. Harga minyak mentah mengawali perdagangan dengan volatilitas yang signifikan. Minyak Brent turun menjadi US$111 per barel setelah sempat menguat tipis. WTI juga mengalami penurunan, berada di dekat US$98 per barel.

Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam untuk Iran membuka kembali Selat Hormuz, sebuah jalur air strategis, atau menghadapi pengeboman pada fasilitas energinya. Ancaman ini menambah ketidakpastian yang memicu fluktuasi pasar, termasuk harga minyak dan futures S&P 500 yang turun 0,4%.

Situasi yang berlangsung selama empat minggu ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Iran mengancam untuk menutup jalur pelayaran tersebut secara permanen jika diserang. Hal ini menambah tekanan pada pasar yang sudah tertekan oleh ketidakpastian perang.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mengalami kenaikan signifikan lebih dari 50% sejak serangan AS dan Israel ke Iran. Ini menambah risiko inflasi global yang dapat mengguncang pasar finansial. Ancaman saat ini meningkatkan perhatian investor pada risiko pelayaran dan asuransi yang mungkin terpengaruh.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun melonjak 13 basis poin. Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian pasar semakin dalam, terutama di bursa saham dan obligasi.

Menurut Haris Khurshid dari Karobaar Capital, pergerakan harga selanjutnya membutuhkan kejadian nyata, bukan sekadar retorika eskalasi. Ancaman terhadap infrastruktur energi dan teknologi informasi di kawasan dapat memperburuk situasi regional dan global.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperhatikan faktor geopolitik yang dapat memberikan dampak besar pada pasar global. Investor harus tetap waspada dalam menghadapi volatilitas yang meningkat akibat ketegangan antara AS dan Iran.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade