Bursa Global Rontok Imbas Konflik Iran-Israel

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Bursa Global Rontok Imbas Konflik Iran-Israel

Share this article

Gotrade News - Eskalasi konflik Iran-Israel memicu aksi jual saham global pada 8 Juni 2026, menyeret bursa Asia dan indeks teknologi AS ke zona merah. Indeks KOSPI anjlok 5,39% ke 7.720,73 sementara harga minyak Brent menembus US$95 per barel.

Lonjakan ketegangan geopolitik mendorong investor beralih ke aset aman dan meninggalkan saham berisiko tinggi. Tekanan paling berat menimpa indeks padat saham teknologi seperti Nasdaq yang sensitif terhadap sentimen risiko.

Key Takeaways

  • Bursa Asia kompak melemah, KOSPI memimpin pelemahan dengan koreksi 5,39%.
  • Nasdaq sesi sebelumnya turun 4,18%, penurunan harian terbesar sejak April 2025.
  • Harga minyak Brent naik lebih dari 2% di atas US$95 per barel.

Israel melancarkan serangan ke Beirut dan menargetkan wilayah barat serta tengah Iran pada 8 Juni 2026. Serangan itu merupakan balasan atas rentetan rudal yang dilepaskan Iran sehari sebelumnya, 7 Juni 2026.

Baca juga: Perang Iran Tekan Margin Korporasi Global

Menurut Katadata, indeks Nikkei merosot 3,74% ke 64.099 dan Shanghai Composite turun 1,26% ke 3.976,83. Hang Seng ikut terkoreksi 1,17% ke 24.670 pada perdagangan hari yang sama.

Pemicu Tekanan Pasar

Pada sesi sebelumnya di Wall Street, indeks Nasdaq jatuh 4,18% ke 25.709,43, koreksi harian terdalam sejak April 2025. Indeks S&P 500 melemah 2,64% ke 7.383,74 dan Dow Jones turun 695,15 poin ke 50.866,78.

Saham teknologi raksasa menjadi sasaran utama aksi jual karena valuasinya yang tinggi dan sensitivitas terhadap risiko. Investor dapat memantau eksposur lewat nama seperti Nvidia (NVDA) atau proksi indeks Invesco QQQ Trust (QQQ) yang melacak Nasdaq 100.

Baca juga: Pendanaan AI Swasta Dukung Tesis Saham Chip AS

Bursa domestik tidak luput dari tekanan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 4,39% ke level 5.349. Aliran modal keluar dari pasar negara berkembang memperdalam pelemahan IHSG pada hari itu.

Pelemahan terjadi serentak di hampir seluruh kawasan Asia seiring meningkatnya kekhawatiran investor. Pola jual yang seragam menandakan tekanan bersumber dari sentimen risiko global, bukan faktor domestik semata.

Dilansir Katadata, Presiden Donald Trump menyatakan konflik tersebut tidak akan memengaruhi kesepakatan yang sedang berjalan. Trump menegaskan bahwa dirinya yang menentukan arah kebijakan terkait situasi tersebut.

Risiko yang Membayangi

Kenaikan harga minyak menjadi katalis positif bagi emiten energi di tengah tekanan pasar yang meluas. Saham seperti Exxon Mobil (XOM) berpotensi diuntungkan ketika Brent bertahan di atas US$95 per barel.

Lonjakan harga energi sekaligus menambah kekhawatiran terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga ke depan. Bagi investor ritel, dinamika ini menjadi pengingat pentingnya diversifikasi di tengah ketidakpastian geopolitik.

Melansir Katadata, dalam sepekan indeks S&P 500 turun lebih dari 2% dan Nasdaq merosot 4,7%. Analis Callie Cox dari Ritholtz Wealth Management menilai pasar mungkin menjadi korban dari keberhasilannya sendiri setelah reli berjalan terlalu panas.

Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan berpotensi menambah tekanan pada saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga. Sebaliknya, angka yang melandai dapat menjadi katalis pemulihan jika ketegangan geopolitik mereda.

Investor kini mengarahkan perhatian ke rilis data inflasi AS pada 10-11 Juni 2026 sebagai penentu arah berikutnya. Pasar juga menanti rencana IPO SpaceX yang diperkirakan berlangsung pada 12 Juni 2026.

Bagi investor ritel yang memantau saham AS, fokus pada fundamental perusahaan tetap lebih relevan daripada bereaksi terhadap gejolak harian. Volatilitas semacam ini umum terjadi saat risiko geopolitik memuncak dan biasanya mereda seiring waktu.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade