Gotrade News - Cerebras Systems (CBRS) mencatat debut Wall Street paling spektakuler 2026 dengan saham melonjak 68% di sesi perdana. Penawaran umum perdana senilai USD 5,6 miliar itu sekaligus menjadi IPO teknologi terbesar sepanjang 2026.
Lonjakan tersebut menunjukkan pasar chip AI semakin dalam di luar dominasi Nvidia (NVDA) yang selama ini tunggal. Investor mencari eksposur tambahan pada infrastruktur AI yang permintaannya terus meningkat dari OpenAI hingga Meta Platforms.
Key Takeaways
- Cerebras membuka di USD 185 dan tutup di USD 311,07, melonjak 68,2% di hari perdana.
- Kapitalisasi pasar mencapai hampir USD 67 miliar, hasil IPO 30 juta saham senilai USD 5,55 miliar.
- Investor melihat pasar chip AI semakin dalam, memberi ruang bagi pesaing Nvidia (NVDA), AMD, dan Broadcom (AVGO).
Rincian Debut IPO
Menurut Axios, Cerebras awalnya menetapkan harga IPO di USD 185 per saham pada penutupan bookbuilding. Angka itu jauh di atas rentang awal USD 115 hingga USD 125 yang sempat direvisi naik dua kali.
Dilansir The Motley Fool, saham langsung melompat dan ditutup di USD 311,07 pada hari pertama. Kenaikan 68,2% itu menjadikan debut Cerebras sebagai IPO chip AI paling sukses sepanjang tahun ini.
Perusahaan menjual total 30 juta saham dalam penawaran dan mengantongi dana segar sekitar USD 5,55 miliar. Valuasi penutupan hari pertama mencapai hampir USD 67 miliar berdasarkan 215,23 juta saham beredar di pasar publik.
Melansir Axios, valuasi tersebut menandai kenaikan 73% dibanding pendanaan seri H yang ditutup hanya empat bulan lalu. Ini adalah upaya IPO ketiga Cerebras setelah dua kali gagal melantai pada 2024 dan 2025.
Dukungan finansial pra-IPO berasal dari Alpha Wave, Benchmark, Fidelity, Coatue, AMD, dan beberapa nama besar lain. Pendanaan kumulatif sebelum IPO mencapai sekitar USD 3 miliar dari belasan investor strategis dan ventura terkemuka.
Konteks Kompetitif Chip AI
Cerebras memproduksi chip AI skala wafer dan mengoperasikan jaringan superkomputer CS-2 serta CS-3. Pelanggan utamanya meliputi OpenAI, Amazon, dan Meta Platforms untuk beban kerja inferensi model bahasa besar.
Pendapatan perusahaan tumbuh agresif dari hanya USD 24,6 juta pada 2022 menjadi USD 510 juta pada 2025. Pertumbuhan tahunan 76% itu memperkuat narasi adopsi chip AI berkembang di luar dominasi Nvidia (NVDA).
Meski demikian, Cerebras masih mencatat kerugian operasi sebesar USD 145,9 juta sepanjang tahun fiskal 2025. Arus kas operasi nyaris impas di minus USD 10,1 juta, menandakan jalan menuju profitabilitas penuh masih panjang.
Dilansir The Motley Fool, kapitalisasi pasar Cerebras tetap mungil dibanding Nvidia (NVDA) yang bernilai USD 5,7 triliun. Broadcom (AVGO) bernilai sekitar USD 2,1 triliun, sementara AMD diperdagangkan di kisaran USD 733 miliar.
Selisih valuasi raksasa itu justru menarik bagi investor yang mencari eksposur chip AI berkapitalisasi lebih kecil dan agresif. Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Broadcom (AVGO) kerap dipakai sebagai alternatif diversifikasi portofolio.
Investor ritel kini memiliki opsi baru untuk memainkan tema chip AI lewat pesaing langsung Nvidia di kelas inferensi. Volatilitas debut yang ekstrem tetap menjadi risiko jangka pendek bagi peserta baru pasar saham AS.












