Gotrade News - Penutupan Selat Hormuz akibat serangan AS-Israel ke Iran menimbulkan gejolak energi global. Situasi ini memicu kemunculan kekhawatiran mengenai kestabilan pasokan energi dunia.
Key Takeaways:
- Harga minyak melonjak di Asia, Eropa, dan AS.
- Jepang mulai gunakan strategi cadangan energi.
- Negara-negara diperiksa kembali strategi energi jangka panjang mereka.
Selat Hormuz, jalur penting bagi aliran minyak dunia, ditutup pada 2 Maret. Penutupan ini langsung mengguncang pasar energi global dan mempengaruhi harga bahan bakar di seluruh dunia. Di Tokyo, pemerintah Jepang terpaksa membuka cadangan minyak strategis mereka.
Harga premi asuransi untuk kapal tanker melonjak karena risiko meningkat. Selain itu, beberapa raksasa energi menyatakan force majeure, membebaskan diri dari kewajiban pasokan mereka.
Negara-negara pengimpor di Asia, yang bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut, harus berpikir cepat. Langkah sementara seperti kerja dari rumah diterapkan di Pakistan, Vietnam, dan Thailand untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Diversifikasi rute perdagangan gas dan minyak di Teluk menjadi penting. Oman misalnya, telah berinvestasi pada pelabuhan di Duqm dan fasilitas penyimpanan minyak Ras Markaz sejak 2022.
Namun, investasi besar-besaran ini menuntut dukungan internasional. Ketergantungan pada selat sempit ini acap kali menimbulkan kerentanan struktural di pasar energi global.
Langkah Jepang memecah cadangan minyaknya mungkin menenangkan pasar sementara. Namun, gejolak harga bisa berlanjut jika jalur pasokan tetap terganggu.
Industri yang bergantung pada hidrokarbon juga terkena dampaknya. Produksi pupuk dan helium bisa terganggu, mengingat Teluk menyumbang bagian signifikan dari pasokan dunia.
Keputusan jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur energi bisa jadi solusi. Pengalaman kerja sama strategis negara-negara Uni Eropa menjadi pelajaran berharga bagi negara-negara Teluk.
Referensi:
- Bloomberg, World's Top Oil Exporter to Reduce Asia Sales as War Bites. Diakses 26 Maret 2026
- Bloomberg, War Disruptions Squeeze Saudi Oil Flows to China, India. Diakses 26 Maret 2026
- Bloomberg, Asia Braces for Worst-Case Oil Scenario as Iran War Drags On. Diakses 26 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












