Dana Kripto dan AI Banjiri Pemilu Sela AS 2026

Ringkasan
- Industri kripto telah menggelontorkan lebih dari US$300 juta lintas siklus pemilu, menurut Reuters, dan super PAC Fairshake yang didukung Coinbase (COIN) kini mendukung 32 petahana DPR AS.
- Belanja ini menguat setelah Clarity Act gagal di Senat AS bulan lalu, memicu dilema antara menghukum Demokrat atau menjaga dukungan bipartisan.
- Industri AI ikut masuk lewat super PAC Leading the Future yang menghimpun US$75,1 juta, sehingga hasil pemilu sela November 2026 berpotensi memengaruhi arah regulasi kripto dan AI.
Gotrade News - Dana dari industri kripto dan kecerdasan buatan (AI) kembali membanjiri pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar November 2026. Menurut Reuters, industri kripto telah menggelontorkan lebih dari US$300 juta sepanjang siklus pemilu saat ini dan sebelumnya, dengan dukungan yang terbagi relatif seimbang bagi kandidat pro-kripto dari kedua partai.
Lonjakan belanja politik ini terjadi setelah rancangan undang-undang struktur pasar kripto, Clarity Act, gagal di Senat AS bulan lalu. Dilansir Reuters, seluruh senator Demokrat dan segelintir senator Republik menolak memajukan RUU tersebut, dengan alasan pembatasan transaksi kripto oleh pejabat publik dinilai belum cukup, terutama terkait bisnis kripto Presiden Donald Trump.
Fairshake Dukung 32 Petahana DPR AS
Super PAC kripto Fairshake, yang didukung antara lain oleh Coinbase (COIN) dan Ripple, memulai 2026 dengan dana US$193 juta, menurut Reuters. Kelompok ini baru saja mengumumkan dukungan untuk 32 kandidat DPR AS dari kedua partai, namun belum mengumumkan strategi untuk pemilihan Senat.
Menurut Roll Call, 32 kandidat tersebut seluruhnya petahana, terdiri dari 19 politisi Republik dan 13 politisi Demokrat. Enam di antaranya masing-masing akan menerima dukungan belanja US$1 juta, sementara Fairshake tercatat memiliki kas US$108 juta per akhir Agustus.
| Partai | Penerima Dukungan US$1 Juta (Fairshake) |
|---|---|
| Republik | French Hill (Arkansas), Bryan Steil (Wisconsin), Bill Huizenga (Michigan) |
| Demokrat | Janelle Bynum (Oregon), Steven Horsford (Nevada), Derek Tran (California) |
Juru bicara Fairshake, Geoff Vetter, menegaskan sikap lintas partai kelompoknya. "Kami mendukung kandidat pro-kripto yang mendukung inovasi Amerika di kedua partai. Kami telah memenangkan 53 dari 57 pemilihan yang kami ikuti pada siklus ini," ujarnya seperti dikutip Roll Call.
Dilema Donatur Kripto Usai Clarity Act Kandas
Kegagalan Clarity Act memaksa para eksekutif kripto memilih antara menghukum Demokrat atau menjaga hubungan bipartisan yang sudah dibangun bertahun-tahun. "Ini jarum yang cukup sulit untuk dimasukkan benangnya," kata Ron Hammond dari Wintermute kepada Reuters.
Di Ohio, Fairshake menghabiskan US$30 juta untuk menentang upaya comeback Sherrod Brown ke Senat, setelah pada 2024 menggelontorkan US$40 juta untuk menggulingkannya, menurut Reuters. Sementara itu, Digital Freedom Fund yang didukung Cameron dan Tyler Winklevoss membelanjakan US$400.000 di pemilihan Senat Iowa untuk mendukung kandidat Republik pro-kripto Ashley Hinson dan menentang lawannya dari Demokrat.
Isu ini juga disorot pelaku industri lain. Reuters menyertakan wawancara Johann Kerbrat, SVP dan GM kripto di Robinhood (HOOD), dengan BNN Bloomberg yang membahas tersendatnya Clarity Act di Senat.
Super PAC AI Leading the Future Kantongi US$75 Juta
Industri AI ikut memperbesar pengaruh politiknya. Melansir Public Citizen, super PAC pro-AI Leading the Future menerima total kontribusi US$75,1 juta pada siklus 2026, dengan Andreessen Horowitz sebagai donatur utama senilai US$50 juta.
Laporan Public Citizen per 30 Juni 2026 juga mencatat Anthropic menjanjikan US$20 juta untuk mendukung anggota parlemen yang pro-regulasi AI, sedangkan Meta Platforms (META) mengalokasikan US$65 juta ke super PAC non-federal yang menentang regulasi AI tingkat negara bagian. Di sisi kripto, Ripple Labs menyumbang US$48,5 juta dan Coinbase US$33 juta ke Fairshake.
Bagi pasar, arah pemilu sela berpotensi menentukan nasib regulasi kripto dan AI di Kongres. Josh Riezman dari GSR memperkirakan industri akan "menjilat lukanya dan kembali secara agresif mendukung para pendukung Clarity," seperti dikutip Reuters.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














