IPO Firmus Batal, Data Center AI Nvidia Pilih Dana Privat

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

IPO Firmus Batal, Data Center AI Nvidia Pilih Dana Privat

Ringkasan

  • Firmus, operator pusat data AI yang didukung Nvidia (NVDA), membatalkan IPO senilai US$5 miliar di bursa Australia, menurut Reuters.
  • Perusahaan menyebut volatilitas pasar dan permintaan yang lesu pada harga A$11 per saham, lalu beralih ke penggalangan dana privat.
  • Reuters menilai pembatalan ini sebagai sinyal investor makin selektif terhadap emiten infrastruktur AI.

Gotrade News - Firmus, operator pusat data AI asal Australia yang didukung Nvidia (NVDA), membatalkan rencana IPO senilai US$5 miliar di bursa Australia, menurut Reuters via Investing.com pada Kamis (8/10/2026). Perusahaan menyebut volatilitas pasar sebagai alasan dan akan beralih ke penggalangan dana privat.

Melansir laporan yang sama, IPO tersebut sebenarnya akan menjadi penawaran saham perdana terbesar kedua dalam sejarah Australia, tetapi hanya mendapat permintaan yang lesu. Reuters menilai hal ini sebagai sinyal bahwa investor tetap selektif terhadap emiten AI, meski ledakan kecerdasan buatan masih menggerakkan pasar global.

Data Pasar NVDA, BX dan META

KodeHarga penutupanPerubahan harianKapitalisasi pasar
NVDA$230,48-2,94%$5,55 triliun
BX$112,68+0,76%$84,6 miliar
META$720,89-0,06%$1,84 triliun

Data penutupan sesi reguler 8 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kapitalisasi pasar: Nasdaq, per 8 Oktober 2026.

Baca juga: Gotrade Daily: Saham AI Tertekan, Malam Ini Delta Lapor

Jadwal dan Harga IPO Firmus yang Dibatalkan

Menurut Reuters, Firmus awalnya berencana menjual sahamnya di harga A$11 per lembar. Harga itu memberi Firmus valuasi ekuitas US$30,6 miliar, hampir tiga kali lipat dari valuasi US$10,5 miliar yang diraih setelah putaran pendanaan awal Agustus.

Dilansir The Star (Reuters) pada 24 September 2026, jadwal yang semula disiapkan mencakup bookbuild institusi mulai 6 Oktober, rilis prospektus pada 8 Oktober, dan awal perdagangan di Australian Securities Exchange (ASX) pada 22 Oktober 2026. Tabel berikut merangkum ketentuan yang dilaporkan kedua sumber tersebut.

KetentuanRincian
StatusDibatalkan, beralih ke pendanaan privat
Target dana IPOUS$5 miliar
Harga awal per sahamA$11
Valuasi ekuitas pada harga awalUS$30,6 miliar
Valuasi putaran Agustus 2026US$10,5 miliar
Bursa tujuanASX (Australia)
Rencana awal perdagangan22 Oktober 2026

Kenapa IPO Firmus Batal?

Firmus menyebut kondisi dan volatilitas pasar sebagai penyebab utama. Menurut Firmus, seperti dilaporkan Reuters, syarat penawaran tidak mencerminkan kekuatan bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjangnya, sehingga melanjutkan IPO dinilai tidak sesuai dengan kepentingan terbaik perusahaan dan pemegang saham.

Baca juga: IPO TRexBio & Retension Dihargai, Bursa Jepang Masih Sepi

Analis yang bekerja untuk joint lead manager IPO memperkirakan utang Firmus sekitar US$30 miliar, sehingga perusahaan yang berdiri pada 2019 ini akan memiliki nilai perusahaan (enterprise value) US$60 miliar. Draf prospektusnya menyebut target laba tahunan US$5 miliar dalam lima tahun, sebuah proyeksi dari pihak perusahaan, bukan dari analis independen.

"Mereka meminta harga yang sangat besar untuk sesuatu yang kemungkinan baru terjadi di masa depan, dengan asumsi eksekusi yang nyaris sempurna," kata Joseph Koh dari Blackwattle Investment Partners kepada Reuters.

Jun Bei Liu dari Ten Cap juga menyebut kasus Firmus sebagai pengingat realitas yang penting bagi ledakan investasi AI. Sebelumnya, The Star melaporkan Firmus memperkirakan rugi pro forma sekitar US$77 juta pada paruh pertama tahun ini.

Berapa Valuasi Firmus Setelah IPO Batal?

Valuasi pasar publik Firmus belum terbentuk karena sahamnya tidak jadi melantai. Angka terakhir yang tercatat adalah US$10,5 miliar dari putaran pendanaan awal Agustus, sementara US$30,6 miliar hanyalah valuasi yang diminta pada harga penawaran A$11, menurut Reuters. Nilai pada putaran pendanaan privat berikutnya belum diungkapkan.

Dampaknya ke Saham NVDA, BX, dan META

Selain Nvidia, Firmus didukung Coatue Management, Blackstone (BX), dan Jane Street. Melansir The Star, Firmus juga mencatat Nvidia, Meta Platforms (META), dan OpenAI sebagai pelanggan, dengan dua pusat data yang beroperasi di Australia dan Singapura serta lima lainnya dalam pengembangan di Asia-Pasifik.

Pembatalan ini muncul bersamaan dengan tekanan pada saham semikonduktor. Menurut Reuters, saham produsen chip yang tercatat di AS, yang sudah melonjak lebih dari 80% sepanjang tahun ini, turun 3,4% pada Kamis setelah laporan Financial Times menyebut pendapatan tahunan OpenAI US$20 miliar lebih rendah dari yang sebelumnya diisyaratkan perusahaan. Bagi pembaca yang baru mengenal mekanisme initial public offering (IPO), kasus Firmus menunjukkan bahwa harga penawaran tetap bergantung pada permintaan investor saat bookbuild.

Kapan Saham Firmus Diperdagangkan?

Untuk saat ini, belum ada jadwal baru. Rencana awal pencatatan di ASX pada 22 Oktober 2026 tidak berlanjut karena Firmus memilih penggalangan dana privat, menurut Reuters, dan perusahaan belum mengumumkan rencana IPO pengganti.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku