Dropbox Rencanakan Akuisisi Tigris Data, Luncurkan DBX Agent Cloud

Gotrade News - Dropbox (DBX) mengumumkan rencana mengakuisisi Tigris Data Inc., platform penyimpanan objek untuk beban kerja AI, sekaligus meluncurkan layanan infrastruktur DBX Agent Cloud pada Kamis (05/11/2026), menurut rilis resmi Dropbox. Perusahaan juga menyebut kemampuan AI barunya sudah digulirkan ke lebih dari 70.000 tim.
Data Pasar DBX
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
| DBX | $35,76 | -0,94% |
Data penutupan sesi reguler 5 November 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.
Apa yang Diumumkan Dropbox?
Menurut rilis tersebut, Tigris adalah platform penyimpanan objek yang terdistribusi secara global dan dirancang untuk aplikasi AI, sehingga pengembang bisa mengakses dan mengelola data lintas cloud tanpa terikat pada satu penyedia. Rilis itu tidak menyebutkan nilai transaksi maupun perkiraan waktu rampungnya akuisisi.
Bersamaan dengan itu, Dropbox memperkenalkan DBX Agent Cloud, lapisan penyimpanan dan data bagi perusahaan dan pengembang yang membangun aplikasi dan agen AI. Layanan ini dimulai dengan penyimpanan objek mandiri yang kompatibel dengan S3, yang bisa diperoleh perusahaan secara terpisah dan dipakai dengan aplikasi yang dibuat untuk Amazon S3. Dropbox berencana menambahkan kemampuan filesystem dan pemrosesan konten berikutnya.
Di dalam Dropbox sendiri, menurut perusahaan, pelanggan kini bisa meminta Dropbox merangkum folder, membandingkan versi, menyusun draf dokumen, menyunting PDF dan gambar, mentranskripsi rekaman, serta menyunting klip video. Dropbox menampilkan rencana untuk disetujui sebelum membuat perubahan. Pelanggan juga bisa memilih model AI dan mengolah file Dropbox di alat AI yang didukung, termasuk ChatGPT, Claude, dan Muse.
Kenapa Ini Penting bagi Saham DBX?
Menurut perusahaan, rangkaian pengumuman ini menandai langkah penting Dropbox melampaui bisnis penyimpanan dan berbagi file tradisional, dengan membawa pengalaman hampir dua dekade mengoperasikan sistem penyimpanan berskala besar ke perusahaan yang membangun aplikasi AI. "Nilai AI bergantung pada konten dan konteks yang bisa diolahnya," kata Ashraf Alkarmi, co-CEO Dropbox, dalam rilis tersebut.
Tahap awal pengalaman Dropbox yang baru menyasar tim Standard dan Advanced yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, dimulai dalam bahasa Inggris, dengan ketersediaan lebih luas direncanakan pada 2027. Dalam rilisnya, Dropbox juga menyebut risiko bahwa rencana akuisisi Tigris bisa tidak rampung sesuai perkiraan waktu atau tidak rampung sama sekali.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











