Gotrade News - Empat emiten rantai pasok chip Amerika Serikat baru saja merilis laporan Q1 2026 secara serentak. Hasilnya menunjukkan permintaan AI tetap kuat, tetapi reaksi saham terbelah tajam.
Cadence (CDNS), Amkor (AMKR), Rambus (RMBS), dan Sanmina (SANM) semuanya menyentuh tema pusat data AI. Menurut transkrip Motley Fool pada Senin (28/04), keempatnya melaporkan pertumbuhan dua digit di lini bisnis terkait AI.
--- - Cadence catat revenue Q1 2026 sebesar $1,474 miliar, tumbuh 19% YoY dengan backlog rekor $8 miliar. - Amkor melonjak 27% YoY ke $1,68 miliar, segmen Communications meroket 42% YoY berkat ekosistem iOS. - Rambus anjlok 10,79% meski revenue produk tumbuh 15% YoY, investor kecewa pada outlook. ---
Cadence mencetak non-GAAP EPS $1,96 dan margin operasi non-GAAP 44,7% pada kuartal ini. Manajemen menaikkan panduan revenue setahun penuh ke rentang $6,125 sampai $6,225 miliar.
Bisnis IP Cadence tumbuh 22% YoY karena permintaan AI, HPC, dan otomotif. Core EDA juga naik 18% YoY dengan permintaan hardware disebut berada di level tertinggi sepanjang masa.
Cadence juga mengumumkan kemitraan AI bersama Google dan NVIDIA pada periode ini. Saham CDNS ditutup di $336,87, naik tipis 1,20% setelah laporan.
Amkor mencetak EPS $0,33 dengan margin kotor 14,2%, di atas panduan internal. Segmen Computing tumbuh 19% YoY dengan revenue advanced AI packaging diproyeksikan tiga kali lipat YoY pada 2026.
Otomotif dan industri Amkor naik 28% YoY berkat ADAS dan infotainment. Namun saham AMKR justru turun 3,17% ke $75,62 karena guidance margin Q2 dianggap pasar belum cukup agresif.
Rambus melaporkan total revenue $180,2 juta, sesuai panduan sebelumnya. Revenue produk $88 juta tumbuh 15% YoY, didorong DDR5 dan transisi memori Gen 2 ke Gen 3.
Saham RMBS justru ambruk 10,79% ke $141,31 setelah rilis laporan tersebut. Investor khawatir terhadap supply tightness backend yang manajemen sebut berlanjut hingga 2027.
Sanmina mencatat revenue Q2 fiskal $4,01 miliar, melonjak 102% YoY berkat akuisisi ZT Systems. Non-GAAP EPS $3,16 tumbuh 125% YoY, jauh melampaui ekspektasi konsensus pasar.
Segmen Communications, Cloud, dan AI Infrastructure Sanmina meledak sekitar 280% YoY. Manajemen menargetkan revenue fiskal 2027 di atas $16 miliar didorong permintaan accelerated compute.
Tema besar dari empat laporan ini adalah AI infrastructure tetap menjadi mesin pertumbuhan utama. Namun valuasi yang sudah tinggi membuat saham sensitif terhadap nuansa guidance, bukan sekadar angka headline.
Eksposur ke saham chip AS seperti CDNS, AMKR, RMBS, dan SANM bisa diakses lewat aplikasi Gotrade dengan lebih dari 4.000 ticker pasar AS.












