Gotrade News - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami penghematan anggaran hingga Rp45 triliun per tahun. Pemerintah mengambil langkah efisiensi untuk memperkuat stabilitas fiskal.
Penghematan ini dilakukan dengan mengurangi frekuensi penyaluran MBG dari enam menjadi lima hari per minggu. Langkah ini menyesuaikan hari sekolah yang beroperasi di Indonesia.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, perubahan ini membantu memaksimalkan efektivitas program. Penyesuaian ini dapat menyelamatkan anggaran sebesar Rp30-45 triliun.
Arah kebijakan ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi harga minyak dan gas. Konflik di Timur Tengah menambah tekanan pada ekonomi nasional.
Pemerintah menargetkan penghematan total anggaran sebesar lebih dari Rp81 triliun secara keseluruhan. Implementasi MBG yang lebih efektif menjadi bagian penting dari strategi ini.
Program MBG sebelumnya memberikan bantuan harian kepada seluruh anak sekolah. Kini, bantuan disesuaikan dengan jumlah hari sekolah untuk meningkatkan efisiensi.
Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi tekanan global dan menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan mengurangi beban anggaran, pemerintah bisa mengalokasikan sumber daya ke sektor lain yang membutuhkan.
Efisiensi yang dilakukan juga diharapkan membangun kebijakan yang lebih berkelanjutan. Tekanan ekonomi global menuntut respon strategis dari setiap negara, termasuk Indonesia.
Peningkatan kualitas dan efektivitas program menjadi prioritas utama. Pemerintah fokus memastikan tiap alokasi dana memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Kebijakan ini menandakan langkah proaktif pemerintah dalam menghadapi tantangan eksternal. Penurunan frekuensi penyaluran MBG diharapkan menjadi langkah bijak untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Referensi:
- MetroTV, Menkeu Efisiensi MBG Bisa Capai Rp40 Triliun. Diakses 30 Maret 2026
- Bloomberg Technoz, Efisiensi MBG Bisa Hemat Rp45 T Setahun, Ini Detail Strateginya. Diakses 30 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












