Exxon Incar Venezuela: Mengapa Raksasa Ini Masih Ragu?

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Exxon Incar Venezuela: Mengapa Raksasa Ini Masih Ragu?

Jakarta, Gotrade News - Exxon Mobil tetap berencana mengirim tim teknis ke Venezuela untuk mengevaluasi infrastruktur minyak di sana. Langkah ini dilakukan meski Presiden Donald Trump sempat menunjukkan ketidaksenangan terhadap sikap hati-hati perusahaan.


Key Takeaways

  • Exxon tetap tertarik melakukan penilaian teknis dalam hitungan minggu.

  • Kepastian hukum dan perlindungan investasi menjadi syarat utama bagi perusahaan.

  • Masalah utang masa lalu senilai miliaran dolar masih menjadi hambatan utama.


Menurut laporan Reuters, CEO Exxon Darren Woods menekankan perlunya perubahan regulasi sebelum berkomitmen penuh. Syarat ini diajukan untuk melindungi modal yang akan ditanamkan di sana.

Baca juga: Akuisisi 30% Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam, Saham Tembus ARA

Sikap hati-hati tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Trump yang mengancam akan membatasi gerak Exxon. Trump mendesak perusahaan energi Amerika Serikat untuk segera menginvestasikan dana sebesar $100 miliar.

Sumber internal mengungkapkan bahwa pihak Exxon Mobil Corporation terkejut dengan tanggapan negatif dari pihak Gedung Putih. Mereka percaya bahwa pemerintah seharusnya membantu mengatasi hambatan investasi yang ada.

Woods menyatakan bahwa tim teknis dapat dikirim dalam beberapa minggu ke depan untuk memulai evaluasi. Evaluasi ini mencakup kondisi aset dan infrastruktur minyak yang ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Gotrade Daily: Reli Chip Diuji Sinyal Hati-Hati

Di sisi lain, Chevron Corporation berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan saat ini. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya raksasa minyak Amerika Serikat yang masih memiliki operasional aktif di sana.

Sejarah nasionalisasi industri minyak oleh mantan Presiden Hugo Chavez masih menjadi beban bagi investor. Berdasarkan data Reuters, Exxon dan ConocoPhillips masih memiliki piutang arbitrase senilai total $13 miliar.

Mike Sommers dari American Petroleum Institute menyatakan keamanan tenaga kerja menjadi prioritas utama bagi industri. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kontrak kerja dapat berjalan dengan aman dan pasti.

Hambatan utang dari penyitaan aset di masa lalu tetap menjadi kendala signifikan bagi banyak investor. Hal ini membuat perusahaan cenderung tidak terburu-buru meski potensi cadangan minyak Venezuela sangat besar.

Analis energi menilai bahwa komentar politik tidak akan langsung mengubah rencana bisnis jangka panjang. Proyek energi berskala besar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai menghasilkan keuntungan yang stabil.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Rendy Andriyanto
Ditulis oleh
Rendy Andriyanto

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku