Exxon Incar Venezuela: Mengapa Raksasa Ini Masih Ragu?

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Exxon Incar Venezuela: Mengapa Raksasa Ini Masih Ragu?

Jakarta, Gotrade News - Exxon Mobil tetap berencana mengirim tim teknis ke Venezuela untuk mengevaluasi infrastruktur minyak di sana. Langkah ini dilakukan meski Presiden Donald Trump sempat menunjukkan ketidaksenangan terhadap sikap hati-hati perusahaan.


Key Takeaways

  • Exxon tetap tertarik melakukan penilaian teknis dalam hitungan minggu.

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100
  • Kepastian hukum dan perlindungan investasi menjadi syarat utama bagi perusahaan.

  • Masalah utang masa lalu senilai miliaran dolar masih menjadi hambatan utama.


  • Menurut laporan Reuters, CEO Exxon Darren Woods menekankan perlunya perubahan regulasi sebelum berkomitmen penuh. Syarat ini diajukan untuk melindungi modal yang akan ditanamkan di sana.

    Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

    Sikap hati-hati tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Trump yang mengancam akan membatasi gerak Exxon. Trump mendesak perusahaan energi Amerika Serikat untuk segera menginvestasikan dana sebesar $100 miliar.

    Sumber internal mengungkapkan bahwa pihak Exxon Mobil Corporation terkejut dengan tanggapan negatif dari pihak Gedung Putih. Mereka percaya bahwa pemerintah seharusnya membantu mengatasi hambatan investasi yang ada.

    Woods menyatakan bahwa tim teknis dapat dikirim dalam beberapa minggu ke depan untuk memulai evaluasi. Evaluasi ini mencakup kondisi aset dan infrastruktur minyak yang ditinggalkan selama bertahun-tahun.

    Di sisi lain, Chevron Corporation berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan saat ini. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya raksasa minyak Amerika Serikat yang masih memiliki operasional aktif di sana.

    Sejarah nasionalisasi industri minyak oleh mantan Presiden Hugo Chavez masih menjadi beban bagi investor. Berdasarkan data Reuters, Exxon dan ConocoPhillips masih memiliki piutang arbitrase senilai total $13 miliar.

    Mike Sommers dari American Petroleum Institute menyatakan keamanan tenaga kerja menjadi prioritas utama bagi industri. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kontrak kerja dapat berjalan dengan aman dan pasti.

    Hambatan utang dari penyitaan aset di masa lalu tetap menjadi kendala signifikan bagi banyak investor. Hal ini membuat perusahaan cenderung tidak terburu-buru meski potensi cadangan minyak Venezuela sangat besar.

    Analis energi menilai bahwa komentar politik tidak akan langsung mengubah rencana bisnis jangka panjang. Proyek energi berskala besar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai menghasilkan keuntungan yang stabil.

    Referensi:


    Disclaimer

    PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
    Rendy Andriyanto
    Ditulis oleh
    Rendy Andriyanto
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade