Futures Wall Street Naik Jelang Data PCE dan Deal Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Futures Wall Street Naik Jelang Data PCE dan Deal Iran

Share this article

Gotrade News - Futures Wall Street menguat tajam pada perdagangan pra-pasar di tengah harapan damai AS-Iran. S&P 500 E-minis naik 0,78 persen, sementara Nasdaq 100 E-minis melonjak 1,16 persen.

Reli ini didorong optimisme kecerdasan buatan dan ekspektasi de-eskalasi konflik Timur Tengah. Pelaku pasar kini menanti data inflasi PCE inti April yang menjadi penentu arah kebijakan The Fed.

Key Takeaways

  • S&P 500 E-minis naik 0,78 persen dan Nasdaq 100 E-minis menguat 1,16 persen di sesi pra-pasar.
  • Saham semikonduktor memimpin reli dengan Marvell Technology naik 5,4 persen dan Micron melonjak 6,3 persen.
  • Data PCE inti April diperkirakan naik 3,3 persen secara tahunan, level tercepat sejak akhir 2023.

Menurut Investing.com, Dow E-minis turut menguat 0,54 persen atau setara 273 poin. Reli ini menandai pemulihan setelah aksi jual minggu lalu akibat ketegangan geopolitik.

Pemicu Reli Pra-Pasar

Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan indeks teknologi pagi ini. Saham Marvell Technology (MRVL) melonjak 5,4 persen, sementara Micron naik 6,3 persen di sesi pra-pasar.

Intel dan Qualcomm juga ikut menguat masing-masing 2,9 persen dan 3 persen. Optimisme terhadap permintaan chip AI mendorong rotasi modal kembali ke saham teknologi setelah koreksi pekan lalu.

Dilansir Barchart, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut kesepakatan dengan Iran bisa dicapai dalam beberapa hari. Presiden Trump menambahkan bahwa pembicaraan berjalan dengan baik.

Panglima militer Pakistan juga mengonfirmasi kepada China bahwa kesepakatan sudah dekat untuk dicapai. Investor merespons positif sinyal de-eskalasi meski harga minyak Brent sempat menguat 2 persen.

Sentimen risiko membaik tercermin dari aliran dana ke SPDR S&P 500 ETF (SPY) dan Invesco QQQ Trust (QQQ). Kedua instrumen ini menjadi proksi favorit untuk eksposur pasar AS secara luas.

Risiko Inflasi dan Kebijakan Fed

Fokus pasar kini bergeser ke rilis data inflasi PCE inti April yang dijadwalkan akhir pekan ini. Data ini menjadi indikator preferensi The Fed dalam menilai tekanan harga inti.

Konsensus memperkirakan PCE inti naik 3,3 persen secara tahunan, level tercepat sejak akhir 2023. Setiap kejutan ke atas berpotensi memicu spekulasi bahwa suku bunga akan tetap ditahan lebih lama.

Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan berbicara pekan ini, termasuk Wakil Ketua Philip Jefferson dan Gubernur Lisa Cook. Presiden Fed New York John Williams dan Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem juga akan menyampaikan pandangan.

Menurut analis Daniela Hathorn, investor masih cenderung membeli saat koreksi dengan asumsi konflik akhirnya mereda. Pertumbuhan laba kuartal pertama tercatat 29 persen secara tahunan, jauh di atas estimasi awal 16,1 persen.

Melansir Seeking Alpha, futures S&P 500 naik 0,6 persen ke 7.520, sementara Nasdaq 100 menguat ke 29.674. Sebaliknya, harga minyak WTI justru turun 3,9 persen ke 92 dolar AS per barel.

Saham sektor antariksa juga melonjak di sesi pra-pasar, dengan Redwire naik 15 persen dan MDA Space menguat 13 persen. Pasar Eropa bergerak beragam, FTSE 100 menguat 0,6 persen sementara DAX terkoreksi 1 persen.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade