Gejolak Iran Dorong Harga Minyak Melesat

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gejolak Iran Dorong Harga Minyak Melesat

Share this article

Gotrade News - Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan hingga hampir 4% pada Rabu, 19 Maret 2026, menyusul peningkatan ketegangan antara Iran dan Israel. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi yang lebih luas di Timur Tengah.

Laporan dari Liputan6 menyebutkan bahwa harga minyak Brent naik 3,83% ke USD 107,38 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI AS relatif stabil di USD 96,32 per barel. Peningkatan lebih lanjut terjadi setelah serangan Israel terhadap fasilitas gas besar Iran di Provinsi Bushehr memicu eskalasi baru dalam konflik kawasan.

Sumber lain dari KabarBursa juga mengonfirmasi kenaikan harga minyak yang dipicu oleh serangan Iran terhadap fasilitas energi di Arab Saudi, UAE, dan Qatar. Sebagai respons, Iran mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi fasilitas energi di negara-negara tersebut.

Serangan dan ancaman dari Iran telah menambah ketegangan yang dapat mengganggu lalu lintas energi di Selat Hormuz. Situasi ini diprediksi oleh Citi bisa mendorong harga minyak Brent hingga USD 120 per barel dalam waktu dekat.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga menyoroti bahwa lonjakan harga minyak ini bisa memicu inflasi jangka pendek di AS. Bank investasi Citi meramalkan gangguan pasokan minyak dapat mencapai 16 juta barel per hari hingga April.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump telah mengeluarkan kebijakan darurat dengan pengecualian terhadap Jones Act. Ini memungkinkan kapal asing untuk mengangkut minyak dan energi di pelabuhan AS, guna menekan biaya distribusi.

Analis SEB Ole Hvalbye menyebut serangan terhadap ladang gas Iran telah menghentikan sebagian pengiriman melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi 20% pasokan minyak dan LNG global.

Pemangkasan produksi minyak di Timur Tengah saat ini diperkirakan mencapai 10 juta barel per hari atau sekitar 10% dari permintaan global. Pemerintahan Trump juga mencabut sementara pembatasan emisi untuk bensin musim panas, meski dampaknya terbatas.

Pemerintah AS berharap langkah-langkah ini dapat memperlambat kenaikan harga bahan bakar, meskipun dampaknya terhadap harga global masih dipertanyakan oleh berbagai analis.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade