Gencatan Dagang AS-China Hanya Diperpanjang ke 10 Januari

Key Takeaways
Gencatan dagang AS-China diperpanjang dua bulan hingga 10 Januari, lebih pendek dari ekspektasi enam bulan atau lebih.
China sudah memenuhi pembelian 25 juta ton kedelai, tetapi tertinggal pada komitmen produk pertanian lain senilai US$17 miliar.
Menurut analisis 24/7 Wall St., saham tanah jarang AS cenderung tertekan oleh kabar damai AS-China karena premi kelangkaannya menyusut.
Gotrade News - Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang yang dikenal sebagai Busan Agreement hingga 10 Januari, hanya dua bulan lebih lama dari tenggat semula pada November. Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilaporkan CNBC, perpanjangan ini menjaga tarif tetap rendah lebih lama dan pasokan tanah jarang tetap mengalir.
Pengumuman itu muncul saat Presiden China Xi Jinping mendarat di Washington untuk kunjungan kenegaraan yang berlangsung hingga Jumat. Durasinya lebih pendek dari perkiraan: menjelang KTT, banyak pihak memperkirakan gencatan akan diperpanjang enam bulan atau lebih, menurut CNBC. Bagi investor saham AS, artinya risiko lonjakan tarif memang tertunda, tetapi tenggat barunya lebih dekat dari yang diperkirakan pasar.
Tenggat 10 Januari dan Syarat dari Washington
Menurut CNBC, Xi dan Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan dagang satu tahun dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu. Bessent menegaskan Beijing masih perlu memenuhi lebih banyak komitmen sebelum kesepakatan bisa melangkah lebih jauh, sementara media pemerintah China belum langsung menanggapi pernyataan tersebut.
Dilansir Reuters melalui Investing.com, Bessent mengatakan perpanjangan ini memberi kedua pihak "lebih banyak waktu untuk melihat apa yang bisa kami lakukan di bidang ekonomi." Ia juga menyebut pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng bertujuan menjajaki kesepakatan yang lebih besar, bukan sekadar serangkaian kesepakatan kecil.
"Perpanjangan dua bulan ini menunjukkan kepada saya bahwa AS tidak puas dengan tawaran China dan ingin terus menekan, dengan bonus Xi lebih mungkin hadir di G20 di Miami," ujar Scott Kennedy dari lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS), seperti dikutip CNBC.
Pandangan dari Beijing lebih optimistis. Peneliti senior Renmin University of China, Dong Shaopeng, memperkirakan gencatan dagang ini bisa terus diperbaiki dan diperpanjang, menurut CNBC.
Kedelai Dipenuhi, Komitmen Pertanian US$17 Miliar Tertinggal
Melansir Reuters, Bessent mengatakan Beijing sudah memenuhi kewajiban membeli 25 juta ton kedelai, tetapi masih tertinggal dari janji membeli produk pertanian lain senilai US$17 miliar. Pejabat AS pekan lalu juga menyebut pengiriman tanah jarang dari China masih tertinggal.
KTT Kamis, pertemuan kedua dari kemungkinan empat pertemuan Trump dan Xi tahun ini, berpotensi menghasilkan pengumuman soal target penghapusan tarif atas barang non-kritis senilai US$30 miliar, jasa keuangan, dan pembelian produk pertanian, kata Bessent seperti dikutip Reuters.
Poin kesepakatan | Status | Sumber |
|---|---|---|
Pembelian 25 juta ton kedelai | Dipenuhi | Bessent, via Reuters |
Pembelian produk pertanian lain senilai US$17 miliar | Tertinggal | Bessent, via Reuters |
Pengiriman tanah jarang dari China | Tertinggal | Pejabat AS, via Reuters |
Penghapusan tarif barang non-kritis senilai US$30 miliar | Berpotensi diumumkan di KTT | Bessent, via Reuters |
Bessent secara terbuka menyebut sebagian komitmen pembelian produk pertanian China masih tertinggal, sehingga realisasinya menjadi salah satu isu yang tersisa menjelang tenggat 10 Januari.
Mengapa Kabar Damai Bisa Menekan Saham Tanah Jarang AS
Tanah jarang tetap menjadi titik paling sensitif. Menurut CNBC, Presiden Kamar Dagang Uni Eropa di China, Jens Eskelund, mengingatkan bahwa perpanjangan gencatan saja tidak menyelesaikan kendala perusahaan, termasuk belum adanya prosedur standar untuk mengajukan izin ekspor tanah jarang.
Di pasar saham AS, kabar mencairnya hubungan kedua negara justru cenderung menekan emiten tanah jarang domestik. Dilansir 24/7 Wall St., pada 10 September saham MP Materials turun 5% dan USA Rare Earth turun 4% setelah muncul laporan soal rencana KTT Trump-Xi di Washington. Analisis tersebut menyebut valuasi pengembang domestik ditopang premi kelangkaan akibat dominasi China atas rantai pasok, sehingga kemajuan diplomatik menjadi hambatan bagi saham-saham ini.
24/7 Wall St. juga mencatat kedua saham itu cenderung bergerak tajam saat peta geopolitik bergeser, sehingga volatilitas saham di tema ini sangat dipengaruhi berita utama. Menurut analisis yang sama, konfirmasi kesepakatan bisa terus menekan saham berbasis premi kelangkaan, sedangkan kegagalan terbuka bisa cepat memulihkan premi tersebut.
AI dan Saham Teknologi AS Ikut Masuk Agenda KTT
Agenda KTT tidak berhenti di tarif. Menurut CNBC, Bessent dan He membahas pembentukan sistem peringatan untuk insiden kecerdasan buatan (AI), sementara eksekutif perusahaan teknologi besar AS dijadwalkan hadir dalam jamuan makan malam KTT pada Kamis. Tidak ada mitra mereka dari China yang diperkirakan hadir.
Bagi saham teknologi AS yang bisnisnya bersinggungan dengan China, seperti Apple (AAPL) dan Nvidia (NVDA), perpanjangan ini berarti risiko kenaikan tarif dalam waktu dekat tertunda, tetapi belum hilang. Pernyataan resmi Xi saat tiba menyebut kedua negara sebaiknya menjadi mitra, bukan rival, namun tidak menyinggung tarif, tanah jarang, maupun AI, menurut CNBC.
Titik Pantau Sebelum Tenggat 10 Januari
Dilansir Reuters, Bessent menyatakan AS terbuka untuk sekadar melanjutkan pengaturan Busan atau menjajaki kesepakatan yang lebih besar. Kedua pemimpin juga berpeluang kembali bertemu di sela pertemuan APEC di Shenzhen pada November dan KTT G20 di Miami pada Desember, menurut CNBC, sehingga pasar masih punya beberapa titik pantau sebelum tenggat baru tiba.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














