Gencatan Senjata Iran Diperpanjang, Selat Hormuz Masih Kacau

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gencatan Senjata Iran Diperpanjang, Selat Hormuz Masih Kacau

Share this article

Gotrade News - Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu pada 22 April 2026, hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata berakhir. Perpanjangan ini dimediasi oleh Pakistan dan akan tetap berlaku sampai pejabat Iran menyampaikan proposal perdamaian terpadu.

Wall Street merespons dengan optimisme terukur, mendorong ketiga indeks utama naik. S&P 500 naik 0,69% ke 7.128,72, sementara Nasdaq menguat 0,81% dan Dow Jones menambah 0,70% atau 424 poin.


Key Takeaways

  • Trump memperpanjang gencatan senjata Iran tanpa batas waktu, tetapi blokade pelabuhan Iran tetap berlaku dan pengiriman melalui Selat Hormuz masih sebagian besar ditutup.
  • Wall Street reli dengan S&P 500 naik 0,69%, Nasdaq naik 0,81%, dan VIX turun 2,77%.
  • Minyak Brent bertahan di sekitar $98 per barel karena lalu lintas maritim di Teluk Persia turun 70% dari level sebelum konflik.

  • Meskipun ada kemajuan diplomatik, kondisi di Selat Hormuz tetap buruk. Pengawal Revolusi Iran menyita dua kapal kontainer lebih awal pada hari itu, dan lalu lintas tanker melalui jalur air yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global "hampir sepenuhnya tertutup," menurut analis pengiriman.

    Minyak Brent bertahan tepat di bawah $98 per barel, sementara WTI diperdagangkan di sekitar $89. Harga minyak tetap jauh lebih tinggi dibandingkan level sebelum konflik, mencerminkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata saja tidak dapat memulihkan rute pengiriman normal.

    Perbedaan antara kelegaan di pasar saham dan tekanan di pasar komoditas menceritakan dinamika krisis ini. Saham Eropa justru turun, dengan Stoxx 600 melemah 0,2%, CAC 40 turun 0,4%, dan FTSE 100 merosot 0,1%, karena gangguan Hormuz meredam optimisme gencatan senjata.

    Analis di Vital Knowledge mencatat bahwa "Operasi Epic Fury telah melewati puncaknya, dengan kesepakatan lebih mungkin tercapai." Analis Deutsche Bank menambahkan bahwa "luasnya pembalikan pagi ini relatif sempit, dengan kawasan yang lebih terpapar energi berkinerja lebih buruk."

    Inggris merasakan tekanan ekonomi secara langsung, dengan inflasi meningkat ke 3,3% pada Maret, didorong terutama oleh biaya bahan bakar yang naik tajam untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Ekonomi yang bergantung pada energi di seluruh Eropa menghadapi tekanan serupa selama Hormuz masih terganggu.

    Konflik yang dimulai pada akhir Februari ini telah mengubah pasar energi dan komoditas secara fundamental. Harga kopi naik karena kekhawatiran gangguan pasokan, dan ECB mencatat masih "belum bisa menentukan sejauh mana dampak perang," menurut Kepala Ekonom ECB Philip Lane.

    Bagi investor, perpanjangan gencatan senjata menghilangkan risiko eskalasi militer segera tetapi tidak menyelesaikan gangguan pasokan yang mendasarinya. Penurunan 70% lalu lintas maritim di Teluk Persia menunjukkan bahwa normalisasi rute pengiriman akan tertinggal jauh di belakang kemajuan diplomatik.

    Bitcoin juga merespons kelegaan geopolitik, menyentuh level tertinggi 10 minggu di $79.010 dengan kenaikan harian 3,7%. Aset berisiko secara luas diuntungkan dari berkurangnya ketidakpastian perang, meskipun reli kripto juga didorong oleh faktor makro yang lebih luas.

    VIX turun 2,77%, menunjukkan berkurangnya kecemasan pasar. Penggerak saham individu termasuk GE Vernova yang melonjak 12,98%, Boston Scientific naik 9,22%, dan MicroStrategy menguat 9,83% karena faktor laba dan geopolitik mendorong sentimen.

    Sumber: Investing.com, Bloomberg, Motley Fool, Vital Knowledge, Deutsche Bank

    Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade