Pasar melemah saat respons Nvidia mengalihkan fokus dari hasil ke prospek AI.
Saham AS bergerak campuran pada Kamis ketika investor mencerna laporan earnings Nvidia (NVDA) sekaligus mengevaluasi kembali prospek permintaan artificial intelligence ke depan. Nasdaq 100 turun 1,16% dan S&P 500 melemah 0,54%, sementara Dow relatif stabil di +0,03%.
Meski mencatat kinerja kuartalan dan panduan di atas ekspektasi, saham Nvidia justru turun lebih dari 5%, menandakan pasar kini lebih fokus pada keberlanjutan belanja AI dibanding hasil yang sudah lewat.
Sebagian kehati-hatian muncul karena panduan perusahaan tidak memberikan detail kuat tentang pendorong pertumbuhan mendatang, termasuk kontribusi potensial dari China. Hal ini memicu pertanyaan soal kompetisi dan daya tahan siklus belanja infrastruktur AI saat ini.
Beberapa minggu terakhir menunjukkan pergerakan pasar yang sensitif terhadap narasi AI, dengan saham software sempat tertekan oleh kekhawatiran disrupsi teknologi. Namun sejumlah nama seperti Salesforce (CRM) sempat stabil setelah manajemen memberi klarifikasi atas proyeksi pendapatan.
Dari sisi makro, klaim pengangguran awal naik tipis, memberi sinyal ekonomi yang melambat tetapi masih relatif solid. Investor kini menunggu data inflasi produsen untuk membaca arah kebijakan suku bunga berikutnya.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
Dell Targetkan Pendapatan AI US$50 Miliar di FY2027 Setelah Tahun Rekor
Dell Technologies (DELL) menutup FY2026 dengan kinerja rekor, membukukan pendapatan US$113,5 miliar (+19% yoy) dan EPS US$10,30 (+27%), ditopang lonjakan bisnis AI dengan total pesanan AI mencapai US$64,1 miliar, pengiriman US$25,2 miliar, serta backlog AI yang melonjak ke US$43 miliar; untuk FY2027 manajemen menargetkan pendapatan AI sebesar US$50 miliar atau sekitar 100% pertumbuhan tahunan dan total pendapatan US$138–142 miliar dengan pertumbuhan Infrastructure Solutions Group di kisaran mid-40%, sementara profitabilitas server AI diproyeksikan tetap di level mid-single digit meski ada tekanan kenaikan harga memori seperti DRAM dan ketatnya pasokan, sehingga strategi utama perusahaan adalah mengamankan supply terlebih dahulu lalu menerapkan dynamic pricing untuk menjaga margin di tengah permintaan AI yang masih sangat kuat.
Figs Targetkan Pendapatan US$700 Juta di 2026 Sambil Perluas Margin dan Ekspansi Global
FIGS (FIGS) menutup 2025 dengan kuartal kuat di mana pendapatan Q4 melonjak 33% yoy menjadi US$201,9 juta dan untuk pertama kalinya menembus US$200 juta dalam satu kuartal, ditopang pertumbuhan pelanggan aktif menjadi lebih dari 2,9 juta serta kenaikan average order value 9% menjadi US$126, sementara manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan 10–12% pada 2026 atau mendekati US$700 juta dengan ekspansi adjusted EBITDA margin ke kisaran 12,7%–12,9% dan operating margin 7,6%–7,9%, didukung inovasi produk seperti FIBREx, ekspansi internasional yang tumbuh 55% yoy, serta pembukaan empat community hub baru, meski tetap mewaspadai tekanan tarif yang diperkirakan berdampak sekitar 280 basis poin terhadap margin dan tantangan pengelolaan inventori.
Intuit Tegaskan Panduan Pertumbuhan 12–13% di 2026 Sambil Perluas Platform AI
Intuit (INTU) melaporkan pendapatan Q2 sebesar US$4,7 miliar (+17% yoy) dengan EPS non-GAAP US$4,15 dan kembali menegaskan panduan pertumbuhan pendapatan FY2026 sebesar 12–13% menjadi sekitar US$21 miliar, ditopang ekspansi Global Business Solutions (+18%), pertumbuhan ekosistem online +21%, serta adopsi cepat solusi AI dan Human Intelligence termasuk kemitraan strategis dengan Anthropic, peluncuran ERP berbasis AI untuk segmen mid-market, dan peningkatan adopsi QuickBooks Live, meskipun analis masih menyoroti risiko disrupsi AI, perlambatan Mailchimp, dan keamanan data, manajemen tetap percaya diri bahwa keunggulan regulasi, proprietary data, dan integrasi AI-HI akan mempertahankan pertumbuhan dan ekspansi margin jangka panjang.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Pasar mulai memasuki fase di mana hasil kuat saja belum cukup. Investor kini menilai arah belanja, panduan pertumbuhan, dan sinyal makro untuk menentukan langkah berikutnya.
Perhatikan bagaimana saham bereaksi setelah earnings, bukan hanya angka laporannya.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












