Gotrade Daily: Disrupsi AI, Bagaimana Trader Menyikapinya?

Muhammad Naufal Hammam
Muhammad Naufal Hammam
Analis Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gotrade Daily: Disrupsi AI, Bagaimana Trader Menyikapinya?

Share this article

Kekhawatiran disrupsi picu rotasi sektor saat investor menanti data inflasi.

Indeks saham AS ditutup melemah setelah kekhawatiran terhadap dampak disrupsi kecerdasan buatan meningkat dan memicu aksi jual di sejumlah sektor. Dow Jones turun 669,42 poin atau 1,34% ke 49.451,98, S&P 500 melemah 1,57% ke 6.832,76, dan Nasdaq 100 turun sekitar 2,0%, mencerminkan tekanan kuat pada saham teknologi dan pertumbuhan tinggi.

Tekanan terbesar datang dari saham teknologi, dipimpin oleh Cisco Systems (CSCO) yang anjlok 12% setelah panduan kuartal mengecewakan. Kekhawatiran bahwa AI dapat menggerus model bisnis tradisional juga menekan sektor keuangan seperti Morgan Stanley (MS) serta saham logistik seperti C.H. Robinson (CHRW). Di sisi software, Palantir (PLTR) turun hampir 5% dan Autodesk (ADSK) melemah hampir 4%, memperpanjang tren penurunan sektor yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Komentar pasar menegaskan perubahan narasi. Jika sebelumnya AI dianggap pendorong utama valuasi, kini teknologi yang sama mulai dipandang sebagai sumber risiko disrupsi laba. Pergeseran persepsi ini membuat investor lebih selektif dan cepat melepas posisi pada sektor yang dinilai rentan.

Sentimen risk-off juga terlihat dari pergerakan komoditas. Harga futures perak sempat turun sekitar 10%, menambah tekanan psikologis pasar. Sementara itu, dana beralih ke sektor defensif, dengan Walmart (WMT) naik 3,8% dan Coca-Cola (KO) menguat 0,5%. Sektor consumer staples dan utilities masing-masing naik lebih dari 1%, bahkan mendorong staples ke rekor tertinggi baru.

Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi AS. Konsensus memperkirakan CPI Januari naik 0,3% baik headline maupun core. Data ini menjadi kunci karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed setelah laporan tenaga kerja sebelumnya memberi sinyal ekonomi masih relatif kuat.


📊 Market Wrap 13 Feb 2026


🧠 Catatan Analis Hari Ini


💬 Market Highlights

Tripadvisor Anjlok ke Rekor Terendah Usai Q4 Meleset, Pertimbangkan Penjualan TheFork

Tripadvisor (TRIP) merosot lebih dari 19% ke level terendah sepanjang sejarah setelah melaporkan kinerja kuartal keempat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Pendapatan tercatat US$411 juta, relatif flat yoy dan sedikit di bawah konsensus, sementara laba disesuaikan hanya US$0,04 per saham, jauh dari estimasi US$0,13. Perusahaan juga membukukan rugi bersih US$38 juta dibanding laba tipis tahun sebelumnya.

Segmen Experiences tetap menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan pendapatan 10% yoy dan kini menyumbang hampir setengah pendapatan grup. Sebaliknya, bisnis hotel turun 15% dan menekan profitabilitas. Manajemen menyatakan tengah mengevaluasi opsi strategis untuk TheFork guna mempertajam fokus pada segmen Experiences dan membuka nilai bagi pemegang saham. Di saat yang sama, Tripadvisor meluncurkan program efisiensi dengan target penghematan biaya tahunan minimal US$85 juta mulai 2026.


Crocs Melonjak ke Level Tertinggi Sejak Agustus Berkat Permintaan Liburan yang Kuat

Crocs (CROX) melonjak hampir 20% setelah membukukan hasil kuartal keempat yang melampaui ekspektasi serta memberikan panduan 2026 di atas konsensus. Meski pendapatan konsolidasi turun 2,3% yoy menjadi US$958 juta, pertumbuhan direct-to-consumer naik 4,7% dan pendapatan internasional melonjak 14,1%, mengimbangi pelemahan di Amerika Utara.

Manajemen juga menargetkan efisiensi biaya sebesar US$100 juta pada 2026 untuk mendukung investasi merek dan menjaga fleksibilitas operasional. Untuk setahun penuh, Crocs memproyeksikan pendapatan relatif stabil hingga sedikit tumbuh, dengan EPS di kisaran US$12,88–US$13,35, di atas estimasi pasar. Reaksi pasar mencerminkan kepercayaan terhadap daya tahan brand dan strategi diversifikasi kanal serta geografis.


Baxter Tertekan Setelah Laba Q4 Meleset dan Panduan 2026 Lemah

Baxter (BAX) turun sekitar 13% setelah melaporkan EPS non-GAAP kuartal keempat sebesar US$0,44, turun dari US$0,58 tahun lalu dan di bawah ekspektasi. Penurunan laba dipicu oleh kombinasi produk yang kurang menguntungkan, penyesuaian persediaan, serta tarif pajak efektif yang lebih tinggi.

Meski pendapatan kuartalan naik 8% yoy, margin laba kotor turun tajam, menekan profitabilitas keseluruhan. Untuk 2026, perusahaan memproyeksikan EPS non-GAAP US$1,85–US$2,05, jauh di bawah konsensus US$2,25. Panduan ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap tekanan margin dan visibilitas pertumbuhan jangka pendek di sektor medtech.


📅 Jadwal Laporan Keuangan


Pergerakan pasar saat ini menunjukkan investor mulai memilah sektor berdasarkan sensitivitas terhadap disrupsi teknologi, bukan sekadar sentimen makro. Dengan data inflasi di depan mata, arah pasar jangka pendek kemungkinan akan ditentukan oleh apakah tekanan harga memberi ruang bagi kebijakan yang lebih longgar atau justru memperkuat sikap hati-hati.

Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade