Indeks AS menguat setelah hasil NVDA yakinkan investor.
Saham AS menguat setelah perkembangan terbaru di sektor kecerdasan buatan membantu meredakan kekhawatiran disrupsi terhadap industri software dan sektor lainnya. Reli ini dipicu oleh laporan earnings Nvidia (NVDA) yang melampaui ekspektasi pasar, memperkuat keyakinan bahwa permintaan infrastruktur AI masih solid.
Nvidia membukukan pertumbuhan 75% pada bisnis data center, segmen utama yang menopang lonjakan permintaan chip AI global. CEO Jensen Huang menyatakan bahwa kebutuhan komputasi tetap sangat tinggi dan menepis anggapan bahwa AI akan segera menggantikan perusahaan software mapan.
Hasil positif ini, ditambah dengan upgrade analis terhadap Oracle (ORCL), membantu menenangkan sentimen pasar. Dow Jones naik 0,63%, S&P 500 menguat 0,81%, dan Nasdaq 100 melonjak 1,41%, dipimpin saham semikonduktor dan teknologi.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa setiap siklus teknologi besar sering diikuti fase investasi berlebih sebelum pasar menentukan pemenang dan yang tertinggal. Pasar kini berada dalam fase evaluasi terhadap siapa yang benar-benar diuntungkan dari lonjakan belanja AI.
Di sisi makro, investor juga mencermati ketegangan AS–Iran serta kebijakan tarif global 10% yang mulai berlaku pekan ini. Presiden Trump dalam pidato kenegaraannya menyoroti kondisi ekonomi sekaligus mengumumkan sejumlah inisiatif kebijakan baru.
📊 Market Wrap 26 Feb 2026

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
Alibaba Luncurkan Paket AI Coding Murah untuk Monetisasi Model LLM
Alibaba (BABA) melalui unit cloud-nya meluncurkan paket langganan AI coding berbiaya rendah yang memberikan akses API dan fleksibilitas beralih di antara empat model open-source Tiongkok yaitu Qwen3.5, GLM-5, MiniMax M2.5, dan Kimi K2.5, sebagai strategi untuk mempercepat monetisasi produk AI dan memperluas basis pengguna; paket entry-level ditawarkan mulai US$1 untuk bulan pertama dengan batas 18.000 request sebelum naik menjadi sekitar US$6, sementara paket Pro mendukung hingga 90.000 request mulai US$5,50 lalu naik ke US$29, mencerminkan strategi penetrasi harga agresif di tengah persaingan ketat AI coding global yang berpotensi menekan pemain perangkat lunak tradisional.
Oracle Naik Setelah Upgrade, Dinilai Punya Leverage EPS dan Posisi AI yang Kuat
Oracle (ORCL) naik sekitar 4% setelah Oppenheimer meng-upgrade saham ke Outperform dengan target harga US$185, dengan argumen bahwa meski transformasi menuju bisnis yang lebih capital-intensive akan memakan waktu, potensi pertumbuhan EPS hingga dua kali lipat atau bahkan hampir tiga kali lipat pada 2030 tetap menarik bahkan setelah diskon terhadap panduan manajemen, sementara risiko counterparty dari OpenAI mulai mereda, pendanaan tambahan memperkuat ekspansi Oracle Cloud Infrastructure, dan bisnis aplikasi ERP dinilai relatif tahan terhadap disrupsi AI, meskipun analis mengakui saham ini masih menjadi “show me stock” karena investor khawatir terhadap tekanan neraca, margin, dan arus kas akibat investasi AI besar-besaran.
UMC Tunjuk CEO Baru dan Hapus Model Co-President
United Microelectronics (UMC) menunjuk Jason Wang sebagai CEO baru sekaligus menghapus model co-president yang telah berjalan sejak 2017 sebagai bagian dari restrukturisasi kepemimpinan untuk meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan dan eksekusi di tengah dinamika industri semikonduktor yang cepat berubah, dengan SC Chien beralih menjadi chairman di perusahaan afiliasi Unimicron Technology dan Ming Hsu ditunjuk sebagai president dan COO, langkah yang menandakan fokus UMC pada penyederhanaan struktur organisasi guna memperkuat kelincahan strategis dan kesinambungan arah bisnis.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Earnings Nvidia memberi dorongan sentimen jangka pendek bagi saham bertema AI, namun arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh panduan perusahaan lain, tren belanja modal, serta perkembangan makro global. Pasar kini menilai apakah reli ini menjadi fase baru dalam siklus AI atau sekadar jeda dari volatilitas sebelumnya.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?











