Harga minyak anjlok seiring meredanya risiko pasokan.
Pasar saham AS melonjak tajam pada Rabu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 1.300 poin, sementara S&P 500 menguat 2,5% dan Nasdaq Composite naik 2,8%, melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Reli ini didorong oleh kesepakatan sementara untuk menghentikan serangan dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak global. Sentimen pasar membaik karena investor melihat peluang de-eskalasi konflik, meski ketidakpastian terhadap keberlanjutan kesepakatan masih tetap ada.
Harga minyak turun tajam, dengan WTI crude anjlok lebih dari 15% ke sekitar $94 per barel dan Brent crude turun sekitar 13%. Penurunan ini mencerminkan meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang sebelumnya mendorong harga energi naik.
Di pasar saham, kenaikan terjadi secara luas, dipimpin oleh sektor yang sebelumnya tertekan selama konflik. Saham semikonduktor seperti Broadcom (AVGO) dan Micron (MU) menguat, sementara Meta Platforms (META) memimpin kenaikan di sektor teknologi. Saham perjalanan juga melonjak, dengan Carnival (CCL) dan Delta Air Lines (DAL)diuntungkan oleh ekspektasi penurunan biaya bahan bakar.
Di sisi lain, saham energi terkoreksi mengikuti penurunan harga minyak, dengan Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) turun lebih dari 4%. Rotasi ini menunjukkan perubahan positioning investor seiring meredanya risiko geopolitik.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
Apple Siapkan iPhone Foldable Premium Lewat Kesepakatan Samsung
Apple (AAPL) dikabarkan menandatangani kesepakatan eksklusif tiga tahun dengan Samsung Display untuk memasok layar OLED lipat, karena alternatif seperti BOE dan LG belum memenuhi standar. Apple menargetkan produksi awal sekitar 3 juta unit hingga akhir 2026 dengan harga mulai ~$2.325, menandakan strategi premium dan rollout yang masih konservatif.
Gangguan Produksi Tekan Exxon di Tengah Penurunan Harga Minyak
Exxon Mobil (XOM) melaporkan gangguan di Qatar dan UEA menekan produksi global sekitar 6% pada Q1, dengan dampak tambahan pada LNG dan refining. Kenaikan harga energi berpotensi menambah laba ~$2,9 miliar, namun tertutup sebagian oleh efek negatif trading $3,5–$4,9 miliar, sementara saham ikut tertekan seiring turunnya harga minyak.
Target Harga IBM Dipangkas Jelang Earnings
IBM (IBM) mendapat penurunan target harga menjadi $290 dari Needham menjelang earnings Q1 karena risiko makro dan tekanan FX. Pertumbuhan 2026 diproyeksikan sekitar 4,5%–5,0%, sedikit di bawah konsensus, meski tetap dipandang defensif berkat ekspansi software dan potensi margin.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Perkembangan terkait gencatan senjata dan arah negosiasi selanjutnya kemungkinan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dalam beberapa sesi ke depan.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












