Gotrade Daily: Oracle Melonjak Saat Harga Minyak Naik di Tengah Volatilitas

Muhammad Naufal Hammam
Muhammad Naufal Hammam
Analis Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gotrade Daily: Oracle Melonjak Saat Harga Minyak Naik di Tengah Volatilitas

Share this article

Permintaan AI dorong Oracle (ORCL) menguat saat harga minyak naik.


Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Rabu ketika investor menimbang lonjakan harga minyak, data inflasi terbaru, serta perkembangan di sektor teknologi.

Harga minyak menjadi salah satu pendorong utama sentimen pasar. West Texas Intermediate (WTI) melonjak sekitar 5% ke $87,65 per barel, meskipun International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan 400 juta barel cadangan minyak strategis, yang menjadi pelepasan terbesar dalam sejarah lembaga tersebut. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah laporan bahwa Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.

Di tengah kondisi tersebut, Oracle (ORCL) menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik pada sesi ini. Saham perusahaan teknologi tersebut melonjak sekitar 9% setelah manajemen menaikkan proyeksi jangka panjangnya, didorong oleh permintaan kuat terhadap infrastruktur cloud untuk kecerdasan buatan (AI).

Saham teknologi lainnya bergerak campuran. Tesla (TSLA) naik sekitar 2%, sementara beberapa saham teknologi besar lainnya ditutup bervariasi. Di sisi lain, Campbell’s Company (CPB) turun sekitar 7% setelah laporan keuangan yang mengecewakan investor.

Data inflasi juga menjadi perhatian pasar. Laporan Consumer Price Index (CPI) Februari menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4%, sementara inflasi inti mencapai 2,5%, keduanya sesuai dengan perkiraan ekonom. Meski demikian, investor masih mencermati apakah kenaikan harga energi dapat kembali mendorong inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Di pasar komoditas, emas dan perak terkoreksi, sementara indeks dolar AS menguat tipis. Bitcoin diperdagangkan di sekitar $70.700, pulih dari posisi terendah sesi sebelumnya.


📊 Market Wrap


🧠 Catatan Analis Hari Ini


💬 Market Highlights

Google Rampungkan Akuisisi Wiz Senilai $32 Miliar

Alphabet (GOOG) resmi menyelesaikan akuisisi perusahaan keamanan siber Wiz senilai $32 miliar, menjadikannya akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan. Wiz akan diintegrasikan ke dalam unit Google Cloud, namun produk dan layanannya tetap akan kompatibel dengan platform cloud utama lainnya seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Oracle Cloud. CEO Alphabet Sundar Pichai menyatakan bahwa integrasi ini bertujuan memperkuat keamanan cloud di tengah meningkatnya penggunaan generative AI dan migrasi perusahaan serta pemerintah ke infrastruktur cloud. CEO Wiz Assaf Rappaport menambahkan bahwa kolaborasi dengan Google akan mempercepat misi perusahaan dalam melindungi pelanggan dari ancaman keamanan siber dengan memanfaatkan teknologi AI serta skala infrastruktur Google.


CVS Health Setuju Bayar $117,7 Juta untuk Selesaikan Tuduhan Fraud Medicare

CVS Health (CVS) melalui unit asuransinya Aetna sepakat membayar $117,7 juta untuk menyelesaikan tuduhan bahwa perusahaan mengirimkan data diagnosis pasien yang tidak akurat kepada Centers for Medicare & Medicaid Services guna meningkatkan pembayaran dari program Medicare Advantage. Pemerintah AS menuduh perusahaan menyerahkan kode diagnosis yang tidak benar pada periode pembayaran 2015 serta 2018 hingga 2023 sehingga meningkatkan nilai penyesuaian risiko yang menentukan besaran pembayaran bulanan kepada perusahaan asuransi kesehatan. Departemen Kehakiman menyatakan penyelesaian ini menegaskan bahwa perusahaan besar sekalipun tetap harus bertanggung jawab atas integritas program Medicare serta penggunaan dana pembayar pajak.


Harmony Gold Turun Meski Dividen Naik Dua Kali Lipat

Saham Harmony Gold (HMY) turun sekitar 12,5% meskipun perusahaan melaporkan kenaikan laba semester pertama dan meningkatkan dividen interim lebih dari dua kali lipat menjadi $0,32 per saham. Pendapatan perusahaan naik sekitar 20% menjadi $2,56 miliar didorong oleh kenaikan harga emas rata-rata sebesar 36%, namun produksi emas turun 9% menjadi sekitar 724 ribu ons akibat gangguan operasional termasuk gempa di tambang Hidden Valley di Papua Nugini serta kekurangan sodium cyanide di Afrika Selatan. Selain itu biaya produksi juga meningkat dengan all-in sustaining cost naik 21% menjadi sekitar $2.115 per ons, yang menekan sentimen investor meskipun perusahaan mulai memproduksi tembaga dari tambang CSA di Australia sebagai bagian dari strategi diversifikasi komoditas.


📅 Jadwal Laporan Keuangan


Dengan harga minyak yang masih bergejolak, data inflasi yang stabil, serta permintaan AI yang terus mendukung sektor teknologi, investor kemungkinan akan terus mencermati perkembangan energi dan geopolitik dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade