Gotrade Daily: Pasar Mencerna Isu Kebijakan, Inflasi Masih Kondusif

Muhammad Naufal Hammam
Muhammad Naufal Hammam
Analis Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gotrade Daily: Pasar Mencerna Isu Kebijakan, Inflasi Masih Kondusif

Share this article

Saham berkonsolidasi dekat level tertinggi seiring rotasi sektor berlanjut.


Pasar saham AS melemah pada Selasa setelah investor mencerna gelombang baru proposal kebijakan dari Presiden Donald Trump, yang memicu kekhawatiran terhadap sektor perbankan, pasar kredit, dan stabilitas kebijakan ke depan. Koreksi ini terjadi setelah sesi sebelumnya ditutup di level tertinggi sepanjang masa untuk S&P 500 dan Dow Jones.

Saham sektor finansial memimpin pelemahan, dipicu penurunan tajam JPMorgan Chase (JPM) meski laporan kinerja kuartal keempat melampaui ekspektasi. Pasar lebih menyoroti turunnya fee investment banking serta meningkatnya ketidakpastian terkait potensi pembatasan suku bunga kartu kredit.

Seruan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit di level 10% selama satu tahun menekan saham perbankan dan jasa keuangan secara luas. Goldman Sachs (GS), Mastercard (MA), Visa (V), dan Capital One (COF) ikut terkoreksi, mencerminkan kekhawatiran terhadap margin keuntungan dan risiko regulasi.

Sebelumnya, pasar sempat mendapat sentimen positif dari rilis data inflasi yang lebih lunak. Data CPI Desember menunjukkan inflasi inti hanya naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar, memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Namun, ketidakpastian kebijakan tetap mendominasi sentimen. Komentar terkait regulasi perbankan, belanja pertahanan, sektor perumahan, hingga independensi Federal Reserve membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dan membatasi potensi rebound.


📊 Market Wrap 14 Jan 2026


🧠 Catatan Analis Hari Ini


💬 Market Highlights

CEO Novo Nordisk Ungkap Hingga 1,5 Juta Warga AS Gunakan GLP-1 Racikan

CEO Novo Nordisk (NVO), Mike Doustdar, menyebut hingga 1,5 juta pasien di Amerika Serikat kemungkinan menggunakan obat GLP-1 versi racikan yang lebih murah dibanding produk bermerek seperti Wegovy. Ia menilai penyedia obat racikan lebih cepat menangkap kebutuhan konsumen yang sensitif terhadap harga, sehingga berhasil merebut sebagian pasar.

Maraknya GLP-1 racikan menjadi salah satu faktor tekanan terhadap kinerja Novo Nordisk tahun lalu, sementara perusahaan seperti Hims & Hers justru diuntungkan. Novo Nordisk menegaskan akan terus menempuh jalur hukum karena kekhawatiran terkait keamanan produk racikan.


Microsoft Janji Data Center AI Tidak Bebani Tarif Listrik Masyarakat

Microsoft (MSFT) meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure yang menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan pusat data AI tidak menyebabkan kenaikan tarif listrik bagi masyarakat. Microsoft berjanji menanggung biaya listriknya sendiri, meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan air, menciptakan lapangan kerja lokal, serta memperluas kontribusi pajak dan investasi komunitas.

Langkah ini sejalan dengan tekanan dari pemerintahan Trump yang menuntut perusahaan teknologi besar menanggung penuh biaya energi pusat data AI, di tengah lonjakan belanja infrastruktur AI Microsoft hingga lebih dari US$80 miliar pada tahun fiskal 2026.


JPMorgan Pertahankan Proyeksi NII US$95 Miliar, Biaya Investasi Meningkat

JPMorgan Chase (JPM) mempertahankan panduan net interest income di luar bisnis pasar (NII ex-Markets) sekitar US$95 miliar untuk 2026, sembari mengisyaratkan kenaikan biaya operasional akibat investasi besar di teknologi, AI, dan integrasi Apple Card.

Manajemen memproyeksikan total biaya penyesuaian mencapai sekitar US$105 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya. Meski kondisi konsumen dinilai masih solid, analis menyoroti risiko regulasi, kenaikan biaya, serta tantangan eksekusi, khususnya terkait bisnis kartu kredit dan proses integrasi Apple Card yang diperkirakan memakan waktu dua tahun.


📅 Jadwal Laporan Keuangan


Dengan inflasi yang mulai mereda namun risiko kebijakan meningkat, pasar cenderung lebih selektif. Fokus investor kini bergeser ke kualitas laba dan kejelasan arah regulasi dalam beberapa hari ke depan.

Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade