Lonjakan harga minyak menyorot sektor energi di tengah tekanan pasar global.
Pasar saham AS melemah pada Kamis seiring lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik yang melibatkan Iran. Indeks utama ditutup di level terendah tahun 2026, dengan Dow Jones turun di bawah 47.000 untuk pertama kalinya tahun ini.
Harga minyak terus naik setelah pemimpin tertinggi baru Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz seharusnya tetap ditutup sebagai alat tekanan terhadap pihak lawan. West Texas Intermediate (WTI) melonjak hampir 10% ke $95,73 per barel, sementara Brent crude ditutup di atas $100, pertama kalinya sejak Agustus 2022.
Lonjakan harga minyak tersebut mendorong saham energi menguat, dengan Chevron (CVX) dan Exxon Mobil (XOM) menjadi beberapa saham yang mencatat kenaikan di S&P 500 ketika sebagian besar sektor lain melemah. Saham bank dan teknologi memimpin penurunan karena investor khawatir harga energi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan belanja konsumen.
Risiko geopolitik juga terus menjadi perhatian pasar. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz melambat tajam setelah serangkaian serangan terhadap kapal di Teluk Persia. Pejabat AS mengatakan Angkatan Laut kemungkinan akan mengawal kapal tanker minyak dalam beberapa minggu ke depan.
Untuk meredakan tekanan harga energi, pemerintah AS berencana melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve, sementara International Energy Agency (IEA) juga menyetujui pelepasan 400 juta barel cadangan minyak global guna membantu menstabilkan pasar energi.
Meski volatilitas meningkat, koreksi pasar saham sejauh ini masih relatif terbatas. S&P 500 masih sekitar 4% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Januari, menunjukkan investor masih menilai dampak jangka panjang dari lonjakan harga energi.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
CF Industries Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Lonjakan Harga Pupuk
Saham CF Industries (CF) melonjak ke rekor tertinggi setelah naik sekitar 13% dan memimpin penguatan di indeks S&P 500 selama dua hari berturut-turut, didorong kekhawatiran bahwa konflik Iran dapat mengganggu pasokan global pupuk berbasis nitrogen. Perusahaan yang menguasai hampir 40% pasar pupuk nitrogen di Amerika Utara ini berpotensi diuntungkan jika ekspor urea dan amonia dari Timur Tengah terganggu, mengingat wilayah tersebut menyumbang porsi besar pasokan global. Lonjakan harga gas alam di Eropa juga memperlebar keunggulan biaya produsen pupuk AS seperti CF dibanding pesaing internasional, sehingga analis menilai perusahaan ini menjadi salah satu posisi investasi paling menarik di sektor pupuk dalam jangka pendek.
Adobe Targetkan Pertumbuhan ARR 10,2% di 2026 Sambil Percepat Strategi AI
Adobe (ADBE) melaporkan pendapatan kuartal pertama fiskal 2026 sebesar $6,4 miliar, naik sekitar 12% secara tahunan, didukung pertumbuhan kuat pada layanan berbasis langganan serta peningkatan adopsi produk AI seperti Firefly dan Express. Perusahaan juga mencatat total annual recurring revenue (ARR) sebesar $26,06 miliar, naik sekitar 10,9% yoy, dan menargetkan pertumbuhan ARR sekitar 10,2% sepanjang 2026. Selain itu CEO Shantanu Narayen mengumumkan rencana transisi kepemimpinan setelah lebih dari 18 tahun menjabat, namun tetap akan menjabat sebagai Chairman untuk memastikan transisi berjalan lancar. Adobe juga menekankan bahwa strategi AI-first menjadi fokus utama untuk mendorong monetisasi jangka panjang melalui peningkatan jumlah pengguna aktif dan integrasi AI dalam ekosistem produknya.
Funko Targetkan EBITDA Hingga $80 Juta pada 2026
Funko (FNKO) menargetkan adjusted EBITDA sebesar $70 juta hingga $80 juta pada 2026 seiring strategi perusahaan memperluas pertumbuhan internasional dan memperbarui berbagai lisensi besar dari studio hiburan. Perusahaan melaporkan penjualan kuartal keempat sebesar $273 juta dengan margin kotor sekitar 41%, sementara manajemen memperkirakan penjualan 2026 akan relatif stabil hingga tumbuh sekitar 3% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan diharapkan datang dari produk inti Funko serta ekspansi di pasar internasional seperti Eropa, Asia, dan Amerika Latin, meskipun segmen Loungefly diperkirakan masih mengalami penurunan akibat pengurangan SKU yang dilakukan tahun sebelumnya.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Dengan harga minyak yang mendekati $100 per barel dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, investor kemungkinan akan terus memantau pergerakan pasar energi serta dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












