Oracle pimpin reli teknologi saat pasar bangkit.
Pasar saham AS mencatat rebound kuat pada Senin seiring investor menilai kembali prospek konflik Iran di tengah sinyal yang beragam antara eskalasi dan peluang negosiasi. S&P 500 naik 1,0%, Nasdaq Composite menguat 1,2%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,6%, dengan Nasdaq memperpanjang reli menjadi sembilan sesi berturut-turut.
Pasar sempat tertekan setelah AS melanjutkan rencana blokade terhadap pelabuhan Iran menyusul gagalnya pembicaraan damai pada akhir pekan. Langkah ini memicu kembali kekhawatiran akan konflik yang lebih panjang serta dampaknya terhadap pasokan energi global dan inflasi.
Namun sentimen berbalik setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa Iran masih terbuka untuk negosiasi, memberi harapan bahwa kesepakatan tetap mungkin terjadi. Pernyataan ini membantu mendorong pasar kembali menguat hingga penutupan.
Harga minyak mencerminkan ketidakpastian tersebut, tetap tinggi namun bergerak volatil. WTI crude berada di kisaran $98 per barel, sementara Brent crude mendekati $99, seiring pasar masih memperhitungkan risiko geopolitik di Selat Hormuz.
Di pasar saham, reli dipimpin oleh sektor teknologi, khususnya software. Oracle (ORCL) melonjak hampir 13%, diikuti penguatan Microsoft (MSFT) dan Palantir (PLTR), mencerminkan kembali kuatnya minat pada saham berbasis AI dan pemulihan sektor teknologi secara lebih luas.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
Cybersecurity Dinilai Menarik di Tengah Volatilitas
Wedbush melihat kondisi pasar yang masih volatil sebagai peluang untuk masuk ke saham teknologi berkualitas, khususnya cybersecurity seperti CrowdStrike (CRWD), Palo Alto (PANW), dan Zscaler (ZS). Adopsi AI dinilai justru meningkatkan kebutuhan akan keamanan data dan sistem.
HPE Diturunkan Peringkat, Fokus Profit Tekan Pertumbuhan
Hewlett Packard Enterprise (HPE) diturunkan peringkatnya karena strategi yang lebih fokus pada profitabilitas dinilai akan membatasi pertumbuhan jangka pendek. Segmen AI dan cloud berkembang lebih lambat dibanding ekspektasi pasar.
Goldman Sachs Ungguli Ekspektasi, Tapi Saham Tertekan
Goldman Sachs (GS) melaporkan kinerja yang kuat, didorong oleh divisi banking dan markets, namun saham turun karena investor menyoroti lemahnya net interest income dan kenaikan cadangan kredit di tengah kondisi makro yang kompleks.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Pasar kini bergerak mengikuti perkembangan terbaru terkait Iran, dengan investor menyeimbangkan harapan kesepakatan dan risiko eskalasi, sementara earnings season mulai memberikan gambaran lebih jelas terhadap kondisi ekonomi.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












