Nasdaq lanjut naik empat hari berturut-turut.
Pasar saham AS ditutup menguat tipis pada Senin seiring investor merespons sinyal yang beragam dari Presiden Donald Trump terkait konflik Iran, antara harapan de-eskalasi dan risiko geopolitik yang masih tinggi. S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,36%, dengan Nasdaq dan S&P 500 mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut.
Sentimen pasar bergerak dinamis sepanjang sesi setelah pernyataan Trump yang berubah-ubah antara ancaman dan diplomasi. Di satu sisi, ia memperingatkan konsekuensi besar jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz, namun di sisi lain menyebut Iran sebagai “active, willing participant” dalam negosiasi.
Harga minyak tetap tinggi, dengan WTI crude berada di atas $112 per barel dan Brent crude mendekati $110, mencerminkan kekhawatiran terhadap pasokan energi. Kenaikan harga minyak ini menjaga tekanan inflasi tetap menjadi perhatian pasar.
Di pasar saham, pergerakan terlihat tidak merata. Seagate (STX) serta saham memori berbasis AI seperti Western Digital (WDC) dan Micron (MU) mencatat kenaikan, sementara Tesla (TSLA) turun sekitar 2% setelah laporan pengiriman yang lemah.
Di sisi lain, saham terkait kripto seperti Coinbase (COIN), MARA Holdings (MARA), dan Robinhood (HOOD) menguat seiring harga bitcoin kembali mendekati $70.000, menunjukkan kekuatan di beberapa area pasar meski ketidakpastian masih tinggi.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
UPS Batasi Program Buyout di Tengah Restrukturisasi dan Dampak Amazon
United Parcel Service (UPS) mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja Teamsters untuk membatasi jumlah paket pesangon dalam program pensiun dini sukarela. Total program dibatasi hingga 7.500 pengemudi, dengan kompensasi sekitar $150.000 per orang berdasarkan senioritas. Selain itu, UPS juga sepakat tidak akan menawarkan program pesangon tambahan hingga kontrak kerja berakhir pada Juli 2028.
Intel dan AMD Diuntungkan Lonjakan Permintaan Server Berbasis AI
Intel (INTC) dan AMD (AMD) diperkirakan menjadi penerima manfaat utama dari meningkatnya permintaan server CPU, seiring ekspansi besar-besaran infrastruktur AI. Intel disebut mulai menaikkan harga CPU serta menunjukkan perbaikan yield pada node 18A hingga sekitar 65%, serta potensi mendapatkan design win dari Apple (AAPL) untuk chip low-end.
Sementara itu, AMD diproyeksikan mengalami peningkatan kapasitas produksi melalui TSMC (TSM), dengan volume interposer yang meningkat signifikan hingga 2027. Permintaan untuk AI GPU juga direvisi naik, mencerminkan kuatnya kebutuhan komputasi AI. Kedua perusahaan juga menaikkan harga CPU, menandakan kondisi permintaan yang tetap sangat kuat, khususnya di segmen data center.
Dell Diuntungkan Gelombang Belanja AI Server yang Masif
Dell Technologies (DELL) mendapat pandangan positif dari analis seiring lonjakan permintaan AI server yang diperkirakan berlanjut hingga 2026–2027. Belanja modal dari perusahaan cloud (CSP) diperkirakan mencapai $689 miliar pada 2026, naik 64% YoY, dengan potensi kenaikan lebih lanjut seiring akselerasi penggunaan agentic AI seperti ChatGPT dan Claude.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi kemungkinan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar dalam beberapa sesi ke depan.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












