Laba Tesla melampaui ekspektasi, rencana belanja chip AI curi perhatian.
Tesla (TSLA) merilis laporan keuangan Q1 2026 dengan laba per saham $0,41 yang melampaui estimasi Wall Street di $0,35. Namun pendapatan tercatat $22,39 miliar, meleset dari ekspektasi $22,64 miliar.
Yang menjadi sorotan utama adalah panduan belanja modal (CapEx) FY2026 yang melonjak ke $25 miliar, naik signifikan dari $20 miliar sebelumnya. CapEx Q1 saja sudah melonjak 67% YoY ke $2,49 miliar, menandai pivot agresif Tesla ke infrastruktur AI.
Saham TSLA sempat naik 4% di perdagangan after-hours sebelum terkikis. CEO Elon Musk mengakui 4 juta unit Tesla belum mampu menjalankan Full Self-Driving tanpa pengawasan, sekaligus mengumumkan kemitraan dengan Intel (INTC) untuk proses chip 14A di kompleks Terafab.
Di pasar yang lebih luas, S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 ditutup di 7.137,90 (+1,05%) sementara Nasdaq melonjak 1,64% ke 24.657,57, dipimpin oleh sektor teknologi setelah Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
Abbott Jadi Saham Healthcare Paling Oversold di Tengah Earnings Q1
Memasuki minggu kedua musim earnings Q1, sektor healthcare menunjukkan tekanan jual yang cukup besar, dengan beberapa saham masuk ke area oversold. Abbott Laboratories (ABT) menjadi yang paling menonjol dengan Relative Strength Index (RSI) di level 25, diikuti oleh Johnson & Johnson (JNJ). Saham lain seperti Boston Scientific (BSX), McKesson (MCK), dan Gilead (GILD) juga masuk daftar dengan RSI di bawah 35.
RSI sendiri merupakan indikator momentum yang mengukur kekuatan pergerakan harga dalam skala 0 hingga 100. Level di bawah 30 biasanya menandakan kondisi oversold, yang bisa mengindikasikan tekanan jual berlebihan dan potensi rebound, meskipun tetap perlu dikonfirmasi dengan katalis fundamental ke depan.
Salesforce dan Google Cloud Perkuat Kerja Sama AI untuk Workflow Otomatis
Salesforce (CRM) dan Google Cloud memperluas kemitraan mereka untuk mengembangkan AI agents yang mampu menjalankan workflow end-to-end secara otomatis di kedua platform. Integrasi ini bertujuan mengatasi masalah data yang terfragmentasi dan sistem yang terpisah, sekaligus mengurangi kebutuhan perpindahan data dan context switching bagi pengguna.
AI agents ini nantinya akan beroperasi dalam ekosistem seperti Slack dan Google Workspace, dengan dukungan platform seperti Agentforce dan Gemini Enterprise. Kolaborasi ini mencerminkan pergeseran menuju operasional bisnis yang semakin autonomous dan berbasis AI, di mana proses manual digantikan oleh sistem yang lebih terintegrasi dan cerdas.
Palantir Raih Kontrak $300 Juta dari USDA untuk Modernisasi Layanan Pertanian
Palantir (PLTR) mengumumkan kesepakatan senilai $300 juta dengan Departemen Pertanian AS (USDA) untuk mendukung modernisasi layanan digital bagi sektor pertanian. Kontrak ini mencakup peningkatan deteksi fraud, pengawasan supply chain, serta efisiensi layanan dalam program Farm Production and Conservation.
Selain itu, Palantir akan mendukung inisiatif “One Farmer, One File” yang bertujuan menyederhanakan akses petani terhadap program pemerintah, mengurangi birokrasi, dan mempercepat penyaluran bantuan. Kesepakatan ini juga memperkuat posisi Palantir dalam proyek pemerintah berbasis data, setelah sebelumnya terlibat dalam program bantuan senilai $11 miliar melalui platform Landmark.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Fokus pasar hari ini tertuju pada American Airlines (AAL) yang melaporkan sebelum pembukaan pasar di tengah tekanan biaya bahan bakar dari Brent di atas $100, serta Honeywell (HON) dengan ekspektasi EPS $2,31 dan pendapatan $9,30 miliar.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












