Gotrade Daily: Timeline Perang Trump Buat Pasar Tetap Waspada

Muhammad Naufal Hammam
Muhammad Naufal Hammam
Analis Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gotrade Daily: Timeline Perang Trump Buat Pasar Tetap Waspada

Share this article

Inflasi dan earnings jadi fokus utama minggu ini.


Pasar memasuki minggu ini dengan perhatian besar tertuju pada Presiden Donald Trump, seiring investor menantikan perkembangan terbaru terkait konflik AS-Iran yang masih menjadi sumber volatilitas utama. Trump dijadwalkan menggelar konferensi pers di Gedung Putih, dengan fokus pada potensi kemajuan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz atau sinyal de-eskalasi yang lebih luas.

Di saat yang sama, data makro akan menjadi katalis penting. Investor menantikan rilis data inflasi melalui Consumer Price Index (CPI), yang diperkirakan mulai mencerminkan dampak kenaikan harga energi. Earnings season juga mulai berjalan, dengan perusahaan seperti Delta Air Lines (DAL) dan Constellation Brands memberikan gambaran awal terkait kondisi permintaan dan tekanan biaya.

Pekan lalu, pasar menunjukkan ketahanan meski mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif akibat headline perang. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite berhasil menghentikan tren penurunan lima minggu berturut-turut dan mencatat kenaikan lebih dari 3%.

Namun, volatilitas masih tinggi. Pada sesi terakhir pekan lalu, Dow sempat turun lebih dari 600 poin sebelum kembali pulih. Indeks volatilitas VIX juga sempat naik di atas 27, mencerminkan ketidakpastian yang masih besar di pasar.

Harga minyak melonjak setelah pernyataan Trump bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama, dengan WTI crude menembus $111 per barel dan Brent crude melewati $109. Kenaikan harga energi ini diperkirakan akan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dalam waktu dekat.

Di pasar saham, beberapa nama mencatat kinerja menonjol. AST SpaceMobile (ASTS) melonjak lebih dari 10%, sementara AMD (AMD) naik lebih dari 7% dan Netflix (NFLX) menguat lebih dari 3%, menunjukkan adanya kekuatan di beberapa sektor meski ketidakpastian masih tinggi.


📊 Market Wrap


🧠 Catatan Analis Hari Ini


💬 Market Highlights

Tesla Hadapi Tekanan Valuasi dan Persaingan Setelah Laporan Pengiriman yang Lemah

Tesla (TSLA) kembali menghadapi tekanan setelah laporan pengiriman kendaraan listrik kuartal pertama dinilai mengecewakan, dengan analis menyoroti kombinasi masalah valuasi tinggi, persaingan global yang makin ketat, dan kondisi pasar EV yang sedang melemah. Salah satu pandangan menekankan bahwa Tesla makin terjepit oleh produsen EV China di pasar global, sementara di AS perlindungan tarif justru tidak cukup untuk mendukung level valuasi saham yang masih diperlakukan seperti perusahaan teknologi berpertumbuhan tinggi.

Di sisi lain, pasar EV secara umum juga sedang sulit, dengan penjualan EV kuartal pertama disebut turun tajam dan faktor seperti kredit pajak yang berakhir, kondisi ekonomi yang memburuk, serta kenaikan kredit macet pinjaman mobil memperburuk prospek permintaan. Meski Tesla masih mampu bertahan dari sentimen negatif di masa lalu, pandangan analis dalam diskusi ini cenderung bearish terhadap arah saham dan fundamental jangka menengahnya.


Micron Dinilai Masih Diuntungkan Kelangkaan AI Meski Saham Terkoreksi Tajam

Micron (MU) turun sekitar 20% sejak laporan kuartal kedua dirilis pada 18 Maret, dipicu kekhawatiran soal belanja modal dan potensi dampak teknologi seperti Google TurboQuant terhadap permintaan memori, namun pandangan analis tetap terbelah. Satu sisi menilai Micron saat ini lebih dibatasi oleh pasokan daripada permintaan, dengan kekuatan laba yang sangat ditopang kenaikan harga jual rata-rata DRAM dan NAND, sehingga investor perlu mencermati apakah profitabilitas saat ini cukup tahan lama saat harga mulai normal.

Sisi lain justru melihat aksi jual sebagai reaksi pasar yang berlebihan, dengan argumen bahwa permintaan AI dan hyperscaler untuk HBM dan memori data center masih sangat kuat, sehingga kenaikan capex justru diperlukan agar Micron mampu menangkap pertumbuhan ini. Intinya, prospek Micron ke depan sangat bergantung pada keseimbangan antara kelangkaan memori yang dipicu AI dan kecepatan perusahaan menambah kapasitas secara efisien.


Novo Nordisk Nilai Boom Obat Penurun Berat Badan Masih Baru Dimulai

CEO Novo Nordisk (NVO), Mike Doustdar, menilai ledakan pasar obat obesitas baru berada di tahap awal, dengan penetrasi pengguna saat ini masih sangat kecil dibanding total populasi yang berpotensi membutuhkan terapi tersebut. Menurutnya, prioritas utama industri adalah memperluas akses dan meningkatkan keterjangkauan, termasuk melalui penurunan harga dan kerja sama distribusi seperti skema TrumpRx di AS.

Novo juga bersiap memangkas harga grosir Wegovy sekitar separuh dan Ozempic sekitar sepertiga mulai tahun depan, sebagai upaya memperluas basis pasien di tengah persaingan dengan Eli Lilly (LLY) dan tekanan dari produk tiruan maupun generik setelah semaglutide kehilangan eksklusivitas di beberapa pasar besar. Meski kompetisi meningkat, Novo yakin kekuatan merek, kualitas produk, dan fleksibilitas harga akan tetap menjadi faktor penting untuk mempertahankan posisi di pasar global, terutama di negara berkembang yang penetrasi terapinya masih rendah.


📅 Jadwal Laporan Keuangan


Perkembangan geopolitik, data inflasi, dan laporan kinerja perusahaan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam beberapa sesi ke depan, dengan volatilitas yang diperkirakan masih tinggi.

Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade