Gotrade News - Harga bensin rata-rata di Inggris mencapai 150p per liter untuk pertama kalinya sejak 2024. Ini terjadi meski ada janji dari Donald Trump untuk menunda serangan ke situs energi Iran selama sepuluh hari ke depan.
Key Takeaways:
- Harga bensin dan solar di Inggris meningkat signifikan.
- Krisis di Timur Tengah mempengaruhi pasokan dan harga minyak global.
- Pemerintah Inggris enggan mengurangi cukai bahan bakar.
Harga bensin dan solar terus naik seiring krisis Timur Tengah yang membatasi pasokan. Harga solar kini mendekati 180p per liter, dan krisis di Selat Hormuz membatasi aliran minyak mentah.
Bensin di pom bensin layanan jalan tol mencapai rata-rata 166p. Para pengemudi perlu merencanakan perjalanan mereka dengan cermat, terutama selama liburan Paskah yang akan datang.
Pemerintah Inggris memperingatkan agar perusahaan tidak mengambil keuntungan dari krisis. Namun, tuduhan adanya penggelembungan harga oleh pengecer bahan bakar dibantah.
Harga minyak Brent yang mencapai $110,68 per barel menunjukkan pasar belum yakin dengan janji Trump. Selama pasokan masih terbatas, harga di SPBU diperkirakan tetap tinggi.
Biaya pinjaman pemerintah Inggris juga meningkat dengan imbal hasil obligasi 10 tahun berada di 5,08%. Ini menunjukkan pasar memperkirakan inflasi yang lebih tinggi ke depan.
Kathleen Brooks dari XTB menyarankan pemotongan pajak bahan bakar untuk menurunkan ekspektasi inflasi. Namun, langkah ini belum diambil, dan pemerintah malah menyalahkan praktik pengecer.
Referensi:
- Bloomberg, Iran War Threatens to Reverse Central Banks' Role in Gold Market. Diakses 27 Maret 2026
- Bloomberg, Stocks and Bonds Fall as Iran War Keeps Escalating: Markets Wrap. Diakses 27 Maret 2026
- Bloomberg, Morgan Stanley Sees South Africa Rate Hike in May Amid Iran War. Diakses 27 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












