Gotrade News - Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.938.000 per gram pada Senin (27/04). Kenaikan terjadi saat harga emas spot global justru bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian negosiasi AS-Iran.
Spot emas tercatat melemah 0,5% ke US$ 4.685,14 per ons pada perdagangan Asia, mengutip kumparan. Penurunan ini memperpanjang koreksi 2,5% pekan lalu setelah reli empat pekan beruntun terhenti.
Key Takeaways:
- Antam 1 gram naik Rp 20.000 ke Rp 2.938.000, sementara buyback berada di Rp 2.643.000.
- Spot global ditutup di kisaran US$ 4.700 dengan tekanan dari volatilitas negosiasi Iran-AS.
- Pasar mengamati keputusan bank sentral pekan ini sebagai katalis arah berikutnya.
Investor ritel di Indonesia memantau pergerakan harian Pegadaian sebagai acuan transaksi fisik. Selisih harga jual dan buyback masih lebar dengan beda lebih dari Rp 290.000 per gram.
Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, menilai emas akan tetap volatile selama konflik Iran belum selesai, mengutip idxchannel. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa risiko geopolitik masih jadi penggerak utama harga jangka pendek.
Selat Hormuz yang terblokade ikut mengangkat harga minyak, menambah tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
Nicky Shiels dari MKS PAMP SA menyebut konviksi pasar tipis dengan alokasi besar masih menahan diri, mengutip kumparan. Ia menggambarkan kondisi pasar emas saat ini sebagai zona teknis tanpa arah jelas.
Meeting The Fed pekan ini akan menjadi penentu arah selanjutnya. Konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%.
Bagi investor, fluktuasi harian Antam mencerminkan kombinasi spot global, kurs rupiah, dan biaya cetak. Pemantauan harian tetap relevan untuk yang menjadwalkan beli atau jual fisik.












