Gotrade News - Harga emas Antam Kamis (30/04) turun Rp15 ribu menjadi Rp2.769.000 per gram. Ini penurunan dua hari berturut-turut yang memangkas total Rp45 ribu sejak awal pekan.
Harga buyback ikut tergerus Rp24 ribu ke Rp2.549.000 per gram, sementara perak Antam merosot Rp850 ke Rp46.300 per gram. Tekanan datang dari keputusan The Fed menahan suku bunga di 3,5-3,75% pada FOMC Rabu (29/04).
Key Takeaways
- The Fed mempertahankan suku bunga 3,5-3,75% sehingga aset tanpa imbal hasil seperti emas kehilangan daya tarik.
- Ketegangan Iran-AS dan harga minyak yang menanjak memperpanjang tekanan inflasi sekaligus menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
- Tren penurunan dua hari ini terjadi setelah emas Antam sempat menyentuh rekor Rp3.168.000 pada 29 Januari 2026.
Pegadaian mencatat harga emas 0,5 gram di Rp1.434.500 dan 1 gram di Rp2.769.000. Denominasi 100 gram dijual Rp271.600.000 menurut data Liputan6 di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta.
Federal Reserve menahan suku bunga acuan dengan suara pecah terbesar sejak 1992. Menurut CNBC Indonesia, empat pejabat berbeda pendapat dan Stephen Miran menjadi satu-satunya yang ingin pemangkasan 25 basis poin.
Presiden Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran, sehingga negosiasi konflik Timur Tengah kembali tertahan. Harga minyak global menanjak dan menambah ekspektasi inflasi yang jadi alasan The Fed bertahan.
Harga perak global justru menguat 1% ke USD 72,02 per ounce menurut data trading economics yang dikutip Liputan6. Perak Antam tetap turun karena dolar AS yang menguat membuat aset domestik relatif lebih mahal.
Emas Antam pernah menembus rekor Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026 sebelum tren konsolidasi dimulai. Penurunan saat ini menempatkan harga sekitar 12,6% di bawah puncak tersebut.
Sentimen pasar bergeser ke skeptisisme terhadap penyelesaian damai AS-Iran menurut analis yang dikutip Liputan6. Selama suku bunga riil tetap tinggi, ruang penguatan signifikan untuk emas masih terbatas.
Referensi












