Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 ke Rp 2,83 Juta

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 ke Rp 2,83 Juta

Share this article

Gotrade News - Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp 20.000 menjadi Rp 2.839.000 pada 13 Mei 2026. Harga buyback ditetapkan Rp 2.656.000 per gram, dengan spread beli-buyback melebar ke Rp 183.000 per gram.

Pelemahan emas Antam mencerminkan koreksi emas global yang dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Tekanan ini juga membayangi instrumen emas berbasis saham AS seperti ETF dan saham produsen tambang.

Key Takeaways

  • Emas Antam 1 gram turun Rp 20.000 ke Rp 2.839.000, buyback Rp 2.656.000 per gram.
  • Penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury menjadi pendorong utama koreksi emas global.
  • Investor pasar AS dapat memantau eksposur emas via ETF seperti GLD dan saham produsen tambang.

Menurut Kumparan, pelemahan terjadi di seluruh segmen ukuran emas batangan produksi Antam. Harga 5 gram dipatok Rp 14.010.000, sementara 10 gram dijual Rp 27.940.000 per batang.

Untuk ukuran besar, satuan 100 gram dijual Rp 278.260.000 dan 1.000 gram tembus Rp 2.779.600.000. Spread beli-buyback yang lebar mencerminkan biaya transaksi tinggi bagi investor jangka pendek.

Pemicu Koreksi Emas Global

Dilansir dari Metro TV News, penguatan dolar AS membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-USD. Kenaikan imbal hasil US Treasury juga menarik dana investor ke instrumen berimbal hasil lebih tinggi.

Ekspektasi Federal Reserve menahan suku bunga tinggi lebih lama turut memperberat tekanan jual emas. Perbaikan sentimen pasar global mengurangi permintaan aset safe-haven seperti logam mulia.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai tekanan beli emas masih relatif terbatas pada perdagangan saat ini. Ia mengidentifikasi pola koreksi ABC pada timeframe H4 dengan support kunci di 4.671 USD per ons.

Jika level support 4.671 ditembus, target koreksi lanjutan berada di 4.637 USD per ons. Level-level ini menjadi acuan trader emas global maupun lokal dalam mengukur tekanan jual berikutnya.

Read-Through ke Pasar Saham AS

Pelemahan harga emas spot biasanya tercermin langsung pada ETF emas yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Investor pasar AS umumnya mengakses tren ini lewat SPDR Gold Shares (GLD), ETF emas paling likuid yang melacak harga LBMA.

Saham produsen tambang cenderung bergerak lebih volatil dibanding harga emas fisik karena leverage operasional. VanEck Gold Miners ETF (GDX) menjadi instrumen populer untuk eksposur sektor produsen emas global.

Bagi investor yang mencari eksposur tunggal, Newmont Corporation (NEM) adalah produsen emas terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Kinerja sahamnya sangat sensitif terhadap pergerakan harga emas spot dan biaya produksi.

Penurunan Antam terjadi menjelang libur panjang dengan pricing di Butik Emas Logam Mulia. Periode libur sering memperlambat aktivitas transaksi fisik di tingkat ritel domestik.

Rupiah yang berada di kisaran Rp 17.500 per USD pekan ini turut memperkuat efek penguatan dolar AS terhadap emas. Faktor yang sama menekan harga emas global juga membebani mata uang negara berkembang.

Investor jangka panjang sebaiknya memantau arah kebijakan Federal Reserve dan dinamika imbal hasil Treasury sebagai katalis utama. Diversifikasi via ETF emas atau saham produsen tambang AS dapat menjadi pelengkap eksposur emas fisik.

Sumber

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade