Gotrade News - Harga emas Antam naik Rp 25.000 ke Rp 2.789.000 per gram pada Selasa (19/05). Harga buyback ikut menguat Rp 25.000 menjadi Rp 2.594.000 per gram di Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta.
Kenaikan terjadi seiring pelemahan dolar AS yang menopang minat investor pada aset safe-haven. Sentimen ini turut memberikan tenaga bagi saham emiten tambang emas di bursa AS.
Key Takeaways
- Antam jual Rp 2.789.000 per gram, buyback Rp 2.594.000 per gram, naik Rp 25.000.
- Pelemahan dolar AS menopang emas meski yield obligasi dan harga minyak menekan.
- J.P. Morgan memangkas proyeksi emas 2026 ke USD 5.243 per troy ounce.
Pemicu Reli Emas Antam
Menurut Liputan6, harga emas Antam naik dari Rp 2.764.000 menjadi Rp 2.789.000 per gram pada Selasa. Untuk ukuran 10 gram, harga tercatat Rp 27.385.000 dengan ukuran 100 gram dipatok Rp 273.112.000.
Pecahan 1.000 gram dijual seharga Rp 2.729.600.000 di gerai resmi Antam. Rekor tertinggi harga emas Antam masih dipegang level Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Dilansir Kumparan Bisnis, harga emas Galeri24 justru turun ke Rp 2.756.000 per gram. Harga buyback Galeri24 berada di level Rp 2.584.000 per gram pada hari yang sama.
Konsumen individu tetap bebas PPh untuk pembelian emas batangan sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023. Pedagang emas masih dikenakan pungutan PPh sebesar 0,25 persen sesuai aturan tersebut.
Dampak ke Pasar Saham AS
Pergerakan emas global tertekan kenaikan yield obligasi dan harga minyak akibat ketegangan di kawasan Iran. Namun, pelemahan dolar AS menjadi penopang utama yang menjaga harga emas tetap solid.
Sentimen ini biasanya merembet ke saham produsen emas seperti Newmont (NEM) di bursa AS. Kenaikan harga emas spot cenderung meningkatkan margin tambang bagi produsen berbiaya rendah.
Investor yang mencari eksposur tematik dapat melirik VanEck Gold Miners ETF (GDX). ETF ini menampung sekumpulan saham penambang emas global dalam satu instrumen.
Alternatif lain adalah Agnico Eagle (AEM) yang dikenal dengan operasional di Amerika Utara. Saham produsen emas umumnya bergerak lebih volatil dibanding harga emas spot.
J.P. Morgan merevisi turun proyeksi harga emas 2026 ke USD 5.243 per troy ounce. Angka ini turun dari proyeksi sebelumnya di level USD 5.708 per troy ounce.
Revisi tersebut mencerminkan ekspektasi konsolidasi setelah reli panjang sejak awal tahun. Meski demikian, level proyeksi baru tetap menyiratkan prospek positif untuk emas dalam jangka menengah.
Investor disarankan memantau pergerakan dolar AS dan yield obligasi sebagai indikator arah emas berikutnya. Diversifikasi melalui saham tambang emas dapat menjadi opsi pelengkap eksposur logam mulia fisik.












