Gotrade News - Harga emas batangan Antam pada Selasa (28/04) menguat Rp5.000 ke level Rp2,814 juta per gram. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah dinamika pasar emas global yang masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga naik Rp5.000 menjadi Rp2,625 juta per gram. Selisih harga jual dan buyback yang masih lebar mencerminkan ekspektasi permintaan ritel yang relatif kuat di pasar domestik.
Key Takeaways:
- Harga emas Antam 1 gram tercatat Rp2,814 juta pada Selasa (28/04), naik Rp5.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback Antam ikut menguat Rp5.000 ke level Rp2,625 juta per gram.
- Kenaikan emas domestik kontras dengan harga emas global yang melemah 0,2% ke USD4.698 per ons.
Berdasarkan laporan Liputan6, harga emas Antam 1 gram naik sekitar 0,18% dari posisi Rp2,809 juta pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini tergolong tipis namun konsisten dengan tren pemulihan harga emas domestik dalam beberapa sesi terakhir.
Pecahan terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp1,457 juta, sedangkan pecahan 5 gram dipatok Rp13,885 juta, dilaporkan Liputan6. Pecahan populer 10 gram tercatat di kisaran Rp27,635 juta hingga Rp27,690 juta menurut Kompas dan Liputan6.
Untuk pecahan investasi besar, harga 100 gram berada di rentang Rp275,612 juta hingga Rp275,760 juta, menurut Kompas dan Liputan6. Pecahan 1 kilogram dijual pada level Rp2,754 miliar berdasarkan kedua sumber tersebut.
Menurut IDX Channel, harga acuan Antam ini berlaku di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta. Lokasi pembelian dapat memengaruhi harga akhir karena variasi ongkos cetak dan biaya distribusi antar gerai.
Transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP, dilaporkan Kompas. Tarif ini naik menjadi 3% bagi nasabah tanpa NPWP, dengan pemotongan pajak langsung dari nilai transaksi.
PPN tidak dipungut atas pembelian emas batangan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2022, menurut IDX Channel. PT Antam Tbk juga menerbitkan bukti potong pajak untuk setiap transaksi yang dikenakan PPh 22.
Di pasar global, harga spot emas justru melemah 0,2% ke USD4.698,27 per ons, menurut Liputan6. Pelemahan ini terjadi seiring fokus investor pada agenda rapat bank sentral dan dinamika geopolitik AS-Iran.
Kenaikan harga minyak turut memperkuat ekspektasi inflasi global sepanjang pekan ini, dilaporkan Liputan6. Faktor ini biasanya mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai inflasi jangka menengah.
Antam menyediakan emas batangan dalam pilihan berat mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram, menurut Kompas. Variasi pecahan ini memberi fleksibilitas bagi investor ritel untuk masuk dengan modal yang berbeda-beda.
Spread harga jual dan buyback saat ini berada di kisaran Rp189 ribu per gram berdasarkan data IDX Channel dan Liputan6. Investor ritel umumnya perlu menahan posisi hingga harga emas naik melewati spread tersebut untuk mencatat keuntungan.
Kami mencatat tren harga emas domestik akan banyak dipengaruhi pergerakan dolar AS dan arah suku bunga The Fed pekan ini. Pengumuman bank sentral global menjadi katalis utama yang patut dipantau investor emas dalam beberapa hari ke depan.












