Gotrade News - Harga emas batangan PT Antam Tbk kembali bergerak naik pada perdagangan Rabu (06/05). Investor logam mulia menyambut momentum kenaikan ini di tengah ketidakpastian pasar global.
Harga jual emas Antam menyentuh Rp2.790.000 per gram, naik Rp30.000 dibanding hari sebelumnya. Harga buyback ikut menguat Rp35.000 ke level Rp2.580.000 per gram.
Key Takeaways:
- Harga jual emas Antam naik Rp30.000 menjadi Rp2.790.000 per gram pada Rabu (06/05)
- Harga buyback ikut menguat Rp35.000 ke Rp2.580.000 per gram, selisih jual-beli Rp210.000
- Spread tipis ini mencerminkan permintaan emas fisik yang masih solid di tengah tekanan global
Selisih antara harga jual dan buyback berada di kisaran Rp210.000 per gram. Spread ini relatif tipis dibanding rata-rata historis dan menandakan permintaan emas fisik yang masih kuat.
Data harga ini dipantau dari Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Antam juga mempublikasikan harga resmi via situs Logammulia.com sebagai acuan transaksi.
Untuk pecahan kecil, harga 0,5 gram dipatok Rp1.445.000. Pecahan 1 gram seharga Rp2.790.000, sementara 10 gram menyentuh Rp27.395.000.
Pecahan 100 gram dijual Rp273.212.000 dan 1 kilogram di angka Rp2.730.000.000. Selisih per gram menjadi lebih efisien pada pecahan besar.
Transaksi emas Antam tunduk pada PMK 34/PMK.10/2017 terkait perpajakan. Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP atau 0,9% tanpa NPWP.
Penjualan kembali (buyback) di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP. Tarif menjadi 3% bagi penjual yang tidak memiliki NPWP.
Antam mengingatkan PPN tidak dipungut sesuai PP No. 49 Tahun 2022. Bukti potong PPh 22 akan diterbitkan PT Antam Tbk sebagai penjual sesuai aturan berlaku.
Lonjakan harga emas global selama beberapa bulan terakhir sebagian besar dipicu ketegangan geopolitik. Konflik Iran-AS mendorong investor mencari aset safe haven termasuk logam mulia.
Bank sentral global juga aktif menumpuk cadangan emas sebagai diversifikasi dari dolar AS. Tren ini menjadi penopang struktural harga emas dunia yang ikut menarik harga emas domestik.
Untuk investor ritel Indonesia, kenaikan harga jual yang lebih kecil dari kenaikan buyback memperpendek jarak antara biaya beli dan nilai jual. Kondisi ini relatif menguntungkan bagi pemilik emas Antam yang mempertimbangkan likuidasi.
Di tengah inflasi Asia yang masih tinggi, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai populer di Indonesia. Pelaku pasar memantau apakah harga akan menembus resistance psikologis Rp2,8 juta per gram dalam pekan ini.












