Gotrade News - Harga emas batangan Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.857.000 per gram pada Kamis (10/04), melanjutkan tren penguatan di tengah ketegangan geopolitik global. Harga buyback turut melonjak Rp 14.000 per gram, mencerminkan tingginya permintaan emas fisik di pasar domestik.
Di pasar internasional, harga emas dunia bertahan di level $4.742 per troy ounce pada perdagangan Rabu (09/04). Level ini merupakan harga tertinggi dalam dua pekan terakhir, meski masih 13% di bawah rekor 52 pekan di $5.477 per ounce.
Key Takeaways:
- Harga emas Antam naik Rp 7.000 ke Rp 2.857.000 per gram pada Kamis (10/04), harga buyback naik Rp 14.000
- Emas dunia bertahan di $4.742 per troy ounce, tertinggi dalam dua pekan, didorong permintaan safe haven
- Ketegangan Selat Hormuz dan gencatan senjata rapuh AS-Iran menjadi katalis utama penguatan emas
Permintaan Safe Haven Mendorong Harga Emas
Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran dan kerapuhan gencatan senjata AS-Iran memicu investor mengalihkan dana ke emas sebagai lindung nilai.
Emas dunia telah menguat lebih dari 25% sejak awal 2025, mencerminkan tren jangka panjang yang kuat. Investor yang tertarik pada eksposur emas melalui pasar saham bisa mempertimbangkan VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang memberikan paparan terhadap perusahaan tambang emas global.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama turut mendukung penguatan harga emas. Emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pembeli internasional ketika dolar melemah.
Harga Emas Antam dan Kondisi Pasar Domestik
Kenaikan harga emas Antam sebesar Rp 7.000 pada Kamis (10/04) menambah tren positif sepanjang pekan ini. Meski belum mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di Rp 3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026, harga saat ini tetap berada di level yang secara historis sangat tinggi.
Harga buyback yang naik Rp 14.000 per gram menunjukkan spread antara harga jual dan beli yang cukup lebar. Investor emas fisik perlu mempertimbangkan spread ini dalam kalkulasi imbal hasil, terutama untuk investasi jangka pendek.
Perusahaan tambang emas global seperti Newmont (NEM), produsen emas terbesar dunia, umumnya mencatatkan kinerja positif ketika harga emas naik. Kenaikan harga emas meningkatkan margin keuntungan perusahaan tambang karena biaya produksi relatif tetap.
Prospek dan Strategi Investasi Emas
Prospek harga emas dalam jangka pendek sangat bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran di Islamabad pada Jumat (10/04). Jika negosiasi gagal dan ketegangan meningkat, emas berpotensi menguji kembali level rekor di atas $5.000 per ounce.
Investor yang mempertimbangkan emas sebagai bagian dari strategi risiko investasi perlu memahami bahwa emas berfungsi sebagai lindung nilai, bukan instrumen pertumbuhan. Alokasi emas yang optimal dalam portofolio biasanya berkisar 5-15% dari total aset investasi.
Bagi investor Indonesia, pilihan investasi emas mencakup emas fisik Antam, reksa dana emas, atau saham tambang emas di pasar saham AS. Masing-masing memiliki karakteristik risiko dan likuiditas yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil dan tujuan investasi.
Sumber:












