Jakarta, Gotrade News - Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap delapan negara Eropa.
Ketegangan geopolitik terkait rencana akuisisi Greenland ini memicu kekhawatiran perang dagang baru yang mendorong investor memburu aset aman.
Key Takeaways
-
Harga emas melonjak ke level $4.668 per ons akibat meningkatnya risiko geopolitik global.
-
Ancaman tarif 10% hingga 25% terhadap produk Eropa memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi.
-
Pelemahan indeks dolar AS memperkuat posisi logam mulia sebagai pelindung nilai kekayaan.
Menurut laporan dari Bloomberg, harga emas spot naik 1,6% menjadi $4.668,76 per ons pada perdagangan Senin pagi di Singapura. Lonjakan ini terjadi setelah Trump menyatakan akan mengenakan bea masuk bagi negara-negara yang menentang rencananya di Greenland.

Analis dari Capital.com, Kyle Rodda, menyebutkan bahwa ketidakpastian perdagangan global telah menggerus kepercayaan terhadap dolar AS. Kombinasi antara risiko luar negeri dan kebijakan domestik AS menciptakan momentum yang sangat kuat bagi logam mulia.
Selain emas, perak juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,2% hingga menyentuh level $93,02 per ons. Kenaikan ini diikuti oleh penguatan harga platinum dan paladium di pasar komoditas internasional.
Pemerintah AS sebelumnya juga meningkatkan tekanan global dengan tindakan keras terhadap pemimpin Venezuela. Langkah-langkah agresif ini membuat investor semakin khawatir terhadap stabilitas hubungan diplomatik dan ekonomi dunia.
Uni Eropa dikabarkan tengah menyiapkan langkah balasan berupa tarif terhadap barang-barang AS senilai 93 miliar Euro. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mempertimbangkan penggunaan instrumen anti-koersi untuk merespons tekanan perdagangan dari Washington tersebut.
Tekanan terhadap bank sentral AS atau Federal Reserve juga menambah kekhawatiran pasar mengenai independensi kebijakan moneter. Hal ini memperkuat narasi debasement trade di mana investor mulai menghindari mata uang konvensional dan obligasi pemerintah.
Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi emiten pertambangan emas seperti Agnico Eagle Mines Limited yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas. Lonjakan harga ini diprediksi akan terus berlanjut selama ketegangan antara AS dan Eropa belum menemui titik temu.
Bagi kamu yang memperhatikan pasar komoditas, pergerakan ini menunjukkan betapa sensitifnya harga emas terhadap kebijakan luar negeri AS. Ketidakpastian yang berlangsung hingga Juni 2026 diprediksi akan menjaga volatilitas harga tetap tinggi di pasar global.
Referensi:
Bloomberg, Gold and Silver Jump to Record Highs on Greenland Tariff Threats. Diakses pada 19 Januari 2026
Featured Image: Shutterstock











