Harga Emas Stabil: Investor Cermati Gencatan Senjata

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Stabil: Investor Cermati Gencatan Senjata

Share this article

Gotrade News - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan, kini berada di Rp 2.850.000 per gram. Koreksi harga ini datang seiring dengan harga emas dunia yang stabil akibat pengaruh geopolitik terbaru. Investor saat ini tengah mencermati situasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.

Penurunan harga emas Antam, sebesar Rp 50.000 dari sebelumnya, diikuti oleh penurunan harga buyback menjadi Rp 2.605.000 per gram. Ini penting bagi investor dalam menyesuaikan portofolio mereka di tengah ketidakpastian pasar. Di sisi lain, harga emas dunia cenderung stagnan dengan harga spot di US$ 4.713,79 per ons.

Sikap hati-hati investor dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik terbaru di Timur Tengah. Bahkan, kenaikan harga minyak karena ketidakpastian pasokan turut mempengaruhi dinamika harga emas global dalam beberapa pekan terakhir.

Pergeseran kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi faktor lain yang sedang dinanti oleh pelaku pasar. Ini muncul setelah Federal Reserve menunjukkan niat untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menekan inflasi yang masih tinggi, sebuah faktor yang akan berperan dalam pergerakan harga emas ke depan.

Analis Marex, Edward Meir, mengingatkan potensi bagi pemangkasan suku bunga dapat membuka peluang bagi kenaikan harga emas. Namun, situasi saat ini tetap rapuh dan tidak menentu, terutama karena adanya serangan Israel ke Lebanon yang meningkatkan ketegangan.

Brian Lan dari GoldSilver Central memperkirakan harga emas tetap bergerak dalam kisaran US$ 4.607 hingga US$ 4.860 dalam waktu dekat. Hal ini mencerminkan spekulasi pelaku pasar terhadap efek gencatan senjata AS-Iran yang masih dipertanyakan keberlanjutannya.

Kendati demikian, laporan dari Standard Chartered memperkirakan harga emas berpotensi menguat dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan meningkatnya risiko geopolitik yang mungkin mendorong harga logam mulia kembali naik.

Saat ini, tekanan inflasi dan dinamika suku bunga menjadi dua hal kunci yang mendikte arah pergerakan emas. Investor diimbau untuk terus mencermati kondisi pasar yang bergejolak agar dapat membuat keputusan investasi yang tepat di tengah ketidakpastian global.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade