Gotrade News - Harga emas meroket menembus level psikologis $5.300 per ons, mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (28/01). Lonjakan ini dipicu oleh pelemahan dolar AS dan sentimen pasar yang merespons komentar terbaru Presiden Donald Trump mengenai mata uang.
Trump secara terbuka menyatakan tidak khawatir dengan penurunan nilai tukar dolar yang kini menyentuh level terendah dalam empat tahun. Bagi kamu investor aset riil, situasi ini menjadi sinyal penting karena pelemahan mata uang fiat sering kali menguntungkan aset lindung nilai.
Key Takeaways:
-
Harga emas cetak rekor di atas $5.300 dan perak naik hampir 60% tahun ini.
-
Presiden Trump tidak mempermasalahkan pelemahan dolar AS yang memicu volatilitas pasar.
-
Spekulasi pergantian Ketua The Fed ke sosok yang lebih dovish memperkuat tren kenaikan.
Logam mulia ini melonjak hingga 2,5%, melanjutkan kenaikan masif 3,4% dari sesi sebelumnya. Ini menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak April, menandakan adanya perpindahan arus modal besar-besaran dari mata uang fiat ke aset fisik.

Indeks dolar AS anjlok 1,1% setelah Trump menyebut volatilitas mata uang sebagai hal yang "hebat" kepada wartawan di Iowa. Pelemahan dolar membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi lebih murah bagi pembeli asing, sehingga mendongkrak permintaan global.
Pedagang obligasi kini meningkatkan taruhan pada kebijakan moneter yang lebih lunak dari The Federal Reserve (The Fed). Spekulasi beredar bahwa Rick Rieder dari BlackRock mungkin menggantikan Jerome Powell, membawa pendekatan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif.

Lingkungan suku bunga rendah secara historis sangat menguntungkan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding). Analis dari Deutsche Bank bahkan memproyeksikan emas bisa menyentuh level $6.000 tahun ini jika tren investasi ini berlanjut.
Selain faktor moneter, risiko geopolitik seperti ketegangan dagang dan ancaman tarif baru turut mendorong investor mencari keamanan. Ketidakpastian kebijakan administrasi Trump terhadap independensi The Fed juga menambah alasan pasar untuk beralih ke safe haven.
Menariknya, raksasa kripto seperti Tether Holdings SA kini memegang sekitar 140 ton emas sebagai cadangan aset mereka. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa langkah ini adalah bagian dari diversifikasi cadangan perusahaan.
Tidak hanya emas, perak juga mencatatkan kenaikan impresif hampir 60% sepanjang tahun ini. Meskipun sempat mengalami volatilitas tinggi, permintaan spekulatif dari ritel tetap kuat meskipun harga sudah berada di level rekor.
Kombinasi pelemahan dolar dan potensi kebijakan The Fed yang lebih longgar menciptakan momentum kuat bagi logam mulia. Investor kini perlu mencermati apakah level harga ini akan terkonsolidasi atau terus melaju menuju target analis berikutnya.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Bloomberg, Gold Hits Record Above $5,300 as Trump Dollar Comments Aid Rally. Diakses pada 28 Januari 2026
-
Reuters, Gold climbs to record high above $5,300 as dollar slips. Diakses pada 28 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock












