Harga Emas Turun: Antam Melemah Rp10 Ribu, Dolar AS dan Yield Treasury Menekan

Ringkasan
- Harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.564.000 per gram pada 20 Oktober 2026, dengan harga buyback melemah ke Rp2.379.000 per gram, menurut IDX Channel.
- Emas spot ditutup melemah 0,61% di USD4.139,67 per troy ons pada 19 Oktober 2026 berdasarkan data Refinitiv, tertekan penguatan dolar AS dan yield Treasury 10 tahun yang naik ke 5,14%.
- Investor menanti keputusan The Fed, dengan CME FedWatch Tool mencatat peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%.
Gotrade News - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp10.000 menjadi Rp2.564.000 per gram pada Selasa (20/10/2026), menurut IDX Channel. Harga pembelian kembali (buyback) juga melemah Rp10.000 ke posisi Rp2.379.000 per gram.
Masih menurut IDX Channel, harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Pembelian emas batangan saat ini tidak dipungut PPN sesuai PP No. 49 Tahun 2022, sedangkan PPh 22 sebesar 0,25% berlaku berdasarkan PMK No. 48 Tahun 2023, dengan bukti potong diterbitkan PT Antam Tbk.
Emas Spot Turun 0,6% Tertekan Dolar AS dan Yield Treasury
Penurunan harga emas Antam terjadi bersamaan dengan melemahnya harga emas dunia. Melansir IDX Channel, harga emas spot turun 0,59% ke USD4.140,81 per troy ons pada perdagangan Senin (19/10/2026). Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun sebesar 0,6%.
Data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia mencatat angka penutupan yang sedikit berbeda, yakni melemah 0,61% di USD4.139,67 per troy ons, sekaligus memperpanjang tren turun menjadi dua hari beruntun. Dalam laporan yang sama, indeks dolar AS naik tipis ke 101,98 dan yield Treasury AS 10 tahun naik ke 5,14%. Hingga Selasa pukul 06.47 WIB, emas spot kembali turun 0,13% ke USD4.134,33 per troy ons.
| Indikator | Posisi | Perubahan |
|---|---|---|
| Emas Antam per gram (20/10) | Rp2.564.000 | Turun Rp10.000 |
| Buyback emas Antam per gram (20/10) | Rp2.379.000 | Turun Rp10.000 |
| Emas spot, penutupan 19/10 (Refinitiv) | USD4.139,67 per troy ons | Turun 0,61% |
| Indeks dolar AS | 101,98 | Naik tipis |
| Yield Treasury AS 10 tahun | 5,14% | Naik |
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed 90% pada Desember
Investor kini menanti keputusan The Fed pekan depan, yang diperkirakan menahan suku bunga, menurut IDX Channel. CNBC Indonesia mencatat CME FedWatch Tool memberi probabilitas 82,8% suku bunga ditahan bulan ini, tetapi peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%. The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September, kenaikan pertama tahun ini.
"Ada kekhawatiran bahwa bank sentral perlu memperketat kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi." Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com, dikutip IDX Channel dari Reuters.
Razaqzada menilai kekhawatiran pengetatan kebijakan itulah yang mendorong yield naik. Dengan yield yang masih tinggi, ia menyebut investor emas mulai mempertanyakan apakah obligasi kini menjadi pilihan yang lebih menarik.
Dari sisi teknikal, Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, dikutip CNBC Indonesia, menempatkan resistensi utama emas di USD4.235 per troy ons, dengan level support berada di bawah USD4.100.
Di bursa AS, kinerja penambang emas seperti Newmont (NEM) dan Agnico Eagle (AEM) berkaitan erat dengan harga jual emas, begitu pula VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang berisi saham-saham perusahaan tambang emas.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












