Gotrade News - Harga emas dunia mengalami penurunan akibat penguatan dolar AS dan kekhawatiran inflasi yang membayangi pasar. Pada perdagangan Rabu (11/3/2026) waktu New York, harga emas spot turun 0,4% menjadi 5.169,02 dollar AS per ons. Pergerakan ini memicu perhatian investor muda di Indonesia yang sedang memantau aset safe haven seperti emas.
- Harga emas tertekan kuatnya dolar AS.
- Inflasi AS yang meningkat memengaruhi keputusan pasar.
- Harga emas Antam juga mengalami penurunan signifikan.
Penguatan dolar AS menyebabkan harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang selain dolar, sehingga menurunkan minat terhadap logam kuning tersebut. Sementara itu, harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 1,2% menjadi 5.179,10 dollar AS per ons. Momentum ini perlu dicermati oleh generasi muda yang mulai masuk ke dunia investasi emas.
Di sisi lain, harga emas Antam (ANTM) di Indonesia pada Kamis (12/3/2026) turut mengalami penurunan. Harga emas batangan ini turun Rp45.000 menjadi Rp3.042.000 per gram. Hal ini sejalan dengan penurunan buyback yang juga turun Rp43.000 menjadi Rp2.804.000 per gram. Data ini relevan bagi investor individu yang aktif membeli emas secara fisik.
Selain itu, inflasi AS turut berperan dalam tekanan harga emas. Indeks harga konsumen AS naik 0,3% pada Februari, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Januari. Ini menambah kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi mungkin akan bertahan lebih lama. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi daya tariknya melemah jika suku bunga tinggi berkepanjangan.
Penguatan dolar dengan kenaikan 0,4% dalam indeksnya menambah bobot tekanan terhadap emas. Para pelaku pasar kini menantikan data indeks harga personal consumption expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pekan ini. Data ekonomi ini menjadi penentu arah kebijakan pasar ke depan.
Sementara itu, harga minyak melonjak 4% karena serangan di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor risiko bagi investor yang mencoba menyeimbangkan portofolio mereka. Di tengah ketidakstabilan ini, keputusan investasi harus dilakukan dengan penuh perhitungan.
Data ini menjadi bahan pertimbangan bagi kamu yang sedang mempertimbangkan emas sebagai instrumen investasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti. Dengan begitu, penurunan harga emas saat ini bisa menjadi kesempatan bagi investor baru untuk memulai diversifikasi portofolio mereka.
Referensi:
- MetroTV, Turun Rp45 Ribu, Harga Emas Antam Dijual Cuma Rp3,042 Juta Hari Ini. Diakses 12 Maret 2026
- Kompas, Harga Emas Dunia Turun, Pasar Dibayangi Inflasi dan Penguatan Dollar AS. Diakses 12 Maret 2026
- Kumparan, Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons. Diakses 12 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












