Gotrade News - Harga emas anjlok di tengah ketegangan geopolitik Iran-Israel yang memanas. Penurunan ini terbilang mengejutkan karena emas biasanya dianggap aset safe haven.
- Penguatan dolar AS menjadi penyebab utama turunnya harga emas.
- Pasar menunggu keputusan The Fed soal kebijakan suku bunga.
- Kebutuhan likuiditas memengaruhi penjualan emas.
Dinamika nilai tukar, terutama penguatan dolar AS, menjadi salah satu faktor utama di balik melemahnya harga emas. Emas yang dijual dalam dolar akan lebih mahal bagi pembeli asing saat dolar menguat, sehingga menurunkan permintaan global.
Dalam kondisi normal, ketegangan politik seperti di Timur Tengah umumnya akan mendongkrak harga emas. Namun, kali ini keadaan berbeda. Investor lebih memilih likuiditas dengan menjual emas ketimbang menyimpannya.
Sebaliknya, harga minyak justru naik akibat gangguan distribusi melalui Selat Hormuz. Jalur ini krusial bagi perdagangan minyak, dan ketidakpastian mengenai aksesnya membuat pasar energi bergejolak.
Serangan ke fasilitas energi Iran dan ketegangan di Selat Hormuz memicu harga minyak mentah Brent naik 0,8% menjadi 104,01 dollar AS per barel. Pergerakan ini menambah tekanan inflasi dan risiko ekonomi global.
Pemerintah AS berupaya membentuk koalisi internasional untuk menjaga stabilitas Selat Hormuz dan memastikan kelancaran distribusi energi. Namun, ketidakpastian geopolitik tetap membayangi pasar.
Investor di Asia bergerak hati-hati menghadapi ketidakpastian ini, dengan indeks pasar saham beragam dalam merespons kenaikan harga energi dan implikasi ekonominya.
Ketegangan politik dan dinamika pasar menunjukkan perlunya kewaspadaan dalam investasi. Meski emas dan minyak menunjukkan tren berlawanan, keduanya sama-sama terpengaruh oleh situasi global.
Referensi:
- Tirto, Update Perang Iran: Drone Hantam Abu Dhabi, Penerbangan Ditunda. Diakses 16 Maret 2026
- Kumparan, Kenapa Harga Emas Turun di Tengah Perang Iran-Israel? Ini Penyebabnya. Diakses 16 Maret 2026
- Kompas, Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Gangguan Selat Hormuz Guncang Pasar Energi. Diakses 16 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












