Gotrade News - Harga minyak mentah Timur Tengah melonjak ke rekor tertinggi di tengah konflik baru antara AS dan Israel melawan Iran. Ketidakpastian ini memicu lonjakan harga di seluruh dunia, mengganggu aktivitas perdagangan dan menimbulkan distorsi pasar yang semakin parah.
- Lonjakan harga minyak mentah Timur Tengah mencapai rekor tertinggi.
- Kilang-kilang Asia mulai mencari alternatif pasokan energi.
- 85 negara alami kenaikan harga BBM sejak konflik Iran pecah.
Biaya produksi kilang di Asia membengkak seiring harga Dubai cash mencatat USD 153,25 per barel. Angka ini melampaui harga tertinggi Brent di 2008, yang mencapai USD 147,50 per barel, dan meningkatkan biaya untuk kilang yang harus mencari alternatif pasokan energi atau mengurangi produksi. Beberapa pelaku pasar menilai harga ini mulai kehilangan relevansi karena ketidakseimbangan pasokan di pasar global.
Di sisi lain, 85 negara melaporkan kenaikan harga BBM akibat ketidakstabilan yang berpusat di Timur Tengah. Data dari GlobalPetrolPrices memperlihatkan rata-rata harga bensin global naik dari 1,30 dollar AS menjadi 1,35 dollar AS per liter dalam beberapa minggu. Harga ini mencerminkan reaksi pasar terhadap risiko rantai pasokan yang kritis.
Gangguan pasokan di Selat Hormuz menekan ekspor minyak ke Asia, memacu kilang di kawasan ini untuk mengurangi operasi mereka. Pasar mencatat ketimpangan harga dalam perdagangan minyak mentah Timur Tengah, terutama antara minyak Dubai dan Oman, yang semakin memperparah ketidakstabilan pasar. S&P Global tetap mempertahankan posisi bahwa harga Dubai masih menunjukkan nilai spot pasar meskipun ada distorsi di perdagangan.
Sementara itu, harga BBM ritel di berbagai negara seperti Vietnam, Laos, dan Amerika Serikat telah melonjak. Ini menambah tekanan bagi konsumen di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, mempengaruhi keputusan ekonomi dan investasi di seluruh dunia.
Permintaan meningkat dari perusahaan energi seperti TotalEnergies, yang membeli 12 juta barel minyak Oman dan Murban, menunjukkan pergeseran sumber pasokan menuju opsi yang lebih stabil. Kilang-kilang Asia harus cepat merespons dinamika pasar ini untuk menjaga stabilitas operasi dan memenuhi kebutuhan konsumsi energi.
Referensi:
- Liputan6, Minyak Mentah Timur Tengah Jadi Termahal di Dunia, Pecah Rekor Dampak Perang Iran. Diakses 18 Maret 2026
- Kompas, 85 Negara Alami Kenaikan Harga BBM sejak Perang Iran Pecah. Diakses 18 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












