Gotrade News - Krisis antara AS dan Iran telah menyebabkan harga minyak melonjak lebih dari 45% pada bulan Maret. Harga minyak mentah WTI mencapai lebih dari $100 untuk pertama kalinya sejak Juli 2022 sementara kemungkinan invasi AS ke Iran meningkat pesat.
Key Takeaways:
- Prediksi pasar menunjukkan 70% kemungkinan invasi AS ke Iran sebelum akhir April.
- Odds untuk gencatan senjata menurun menjadi 32%, menunjukkan pesimisme terhadap perdamaian jangka pendek.
- Harga minyak saat ini berada pada $102,66, dengan pertanyaan apakah akan mencapai $120.
Saat ini, peluang untuk gencatan senjata antara AS dan Iran sebelum harga minyak mencapai $120 berada pada 30%. Hal ini mencerminkan ketidakpercayaan komunitas taruhan pada prospek kesepakatan semacam itu. Iran tetap pada posisinya, dengan menteri luar negeri mereka mendesak Saudi Arabia untuk mengusir pasukan AS.
Donald Trump menambah ketegangan dengan ancamannya untuk menghancurkan infrastruktur minyak Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Faktor-faktor ini membuat prospek perdamaian semakin menjauh, memicu kekhawatiran global akan melonjaknya harga energi.
Referensi:
- Bloomberg, Shippers Fear Death More Than Costs as US Aims to Open Hormuz. Diakses 31 Maret 2026
- Bloomberg, Oil Could Spike to $200 If Hormuz Remains Shut, Fesharaki Warns. Diakses 31 Maret 2026
- CNBC, Jetblue Airways Raises Checked Baggage Fees as Fuel Prices Soar. Diakses 31 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












