Harga Minyak Melonjak Ditengah Ketegangan Iran-AS

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Minyak Melonjak Ditengah Ketegangan Iran-AS

Share this article

Gotrade News - Harga minyak dunia kembali meroket di akhir perdagangan Kamis, 26/03/2026, waktu AS. Kenaikan ini dipicu eskalasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Harapan gencatan senjata cepat memudar, menciptakan kekhawatiran baru di pasar global.

  • Lonjakan harga minyak picu biaya energi meningkat.
  • Ketidakpastian negosiasi AS-Iran memperburuk pasar.
  • Ekonomi global terancam oleh ketegangan regional.

Harga Brent meningkat 5,66% ke USD 108,01 per barel, sementara WTI naik 4,61% menjadi USD 94,48 per barel, menurut Liputan6.com. Konflik yang berkelanjutan dan ketidakpastian diplomasi AS-Iran menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga komoditas ini.

Irritasi terus bertambah setelah pembicaraan antara kedua negara seakan jalan di tempat. Menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, negosiasi langsung tidak terjadi. Namun, ada upaya pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan sengketa.

Kesepakatan damai belum diraih, bahkan setelah adanya proposal 15 poin dari Washington kepada Iran, sebagaimana dilaporkan Kompas.com. Namun, Iran menganggap proposal ini sepihak dan tidak adil, menambah ketegangan lebih lanjut di wilayah tersebut.

Respon pasar semakin negatif saat berita mengenai pengerahan pasukan AS ke Timur Tengah tersebar. Aksi militer ini membuka kemungkinan serangan baru, termasuk ancaman dari kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran.

Gangguan di Selat Hormuz dan berita eskalasi militer terus membebani pasar energi dunia. Situasi ini mengancam jalur utama pengiriman minyak, menambah guncangan pada ekonomi global yang sudah rapuh.

Skenario ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Lonjakan biaya energi bisa berdampak signifikan pada APBN, khususnya di sektor subsidi energi seperti BBM dan listrik, menambah tekanan ekonomi domestik.

Para analis memperingatkan bahwa situasi kebijakan Fed tidak akan merespons agresif dalam jangka pendek. Ekspektasi inflasi yang tinggi akan menjadi tantangan tambahan bagi kebijakan moneter global.

Dalam konteks ini, pembaca muda dan investor harus lebih waspada terhadap perkembangan terkini. Lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik bisa berimbas pada pasar dan investasi ke depannya.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade