Gotrade News - Lonjakan harga minyak mentah ke $120 per barel pada Senin menimbulkan tanda tanya di pasar. Analis Bank of America menyebut fenomena ini sebagai 'peak panic', di mana harga sempat melonjak drastis dan kemudian turun kembali di bawah $90.
Key Takeaways:
- Harga minyak dapat berkonsolidasi di antara $90 dan $110 dalam jangka menengah.
- Berita pasokan masih bisa memicu lonjakan harga hingga $150.
- Investor disarankan berhati-hati dengan sektor Energi dan Exxon Mobil.
Analis Paul Ciana memperkirakan harga minyak Brent mungkin akan berkisar di antara $90 hingga $110. Prediksi ini didasarkan pada pola pergerakan harga yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina di awal 2022.
Ciana juga memperingatkan potensi lonjakan minyak hingga $134-$150 jika ada berita negatif mengenai pasokan. Jika harga turun di bawah $81.40 lagi, itu bisa menjadi sinyal penurunan lebih lanjut.
Selain itu, sektor Energi dan perusahaan seperti Exxon Mobil dinilai mulai menunjukkan sinyal kelelahan dalam tren kenaikan. Ciana menyarankan agar investor menahan diri dari pembelian baru untuk saat ini.
Meskipun momentum di sektor ini menurun, potensi pergerakan harga masih sangat bergantung pada berita utama dan perilaku pasar. Investor diingatkan untuk waspada dan siap dengan langkah lanjutan yang strategis.
Referensi:
- Bloomberg, Pound Rises as Oil Pressures Ease. Diakses 11 Maret 2026
- CNBC, 120 oil spike was peak panic marking a top says bank of america.html. Diakses 11 Maret 2026
- Australia Financial Review, Just watching the Strait of Hormuz misses the bigger point: Lazard boss. Diakses 11 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












