Gotrade News - Peningkatan harga minyak dunia memengaruhi preferensi energi global. Lonjakan harga minyak mentah, yang kini mencapai US$99,75 per barel, terjadi akibat ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran. Situasi ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif.
Pergeseran Menuju Kendaraan Listrik
Dalam konteks ini, pasar mobil listrik di AS mulai menunjukkan kebangkitan. Sebelumnya, pasar ini tampak lesu karena produsen beralih ke produksi SUV berbahan bakar bensin. Namun, kenaikan harga bensin hingga US$6,81 per galon membuat konsumen semakin tertarik pada kendaraan listrik bekas. Showroom di San Francisco melaporkan peningkatan minat, dengan harga kendaraan listrik bekas di bawah US$30.000.
Maximilian Quertermous dari Ever mengatakan konsumen semakin menyadari manfaat ekonomis kendaraan listrik. Harga bensin yang tinggi menjadi topik penting di kalangan pelanggan. Hal ini memperlihatkan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen di tengah kondisi pasar energi yang bergejolak.
Alternatif Bahan Bakar Masa Depan
Sementara itu, pengembangan bahan bakar yang lebih stabil terus berjalan. Bahan bakar hidrogen menjadi salah satu kandidat kuat sebagai alternatif. Kendaraan berbasis hidrogen dijalankan oleh reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, menghasilkan listrik tanpa emisi karbon. Meski menghadapi tantangan infrastruktur, pasar kendaraan hidrogen diproyeksikan mencapai US$22,96 miliar pada 2026.
Selain itu, biofuel dan sustainable aviation fuel (SAF) juga menarik perhatian. SAF menawarkan keunggulan dengan kemampuannya dapat langsung digunakan pada pesawat tanpa modifikasi mesin. Penggunaan SAF di sektor aviasi diharapkan meningkat signifikan hingga tahun 2050 sesuai regulasi di Uni Eropa.
Kemajuan ini menandakan pergerakan menuju diversifikasi energi yang lebih berkelanjutan. Ketergantungan pada bahan bakar fosil perlu dikurangi untuk mengurangi risiko ekonomi akibat gejolak geopolitik. Konsumen kini dituntut lebih fleksibel dalam memilih sumber energi untuk keperluan harian mereka.
Referensi:
- Bloomberg Technoz, Perang Iran Paksa Konsumen Redam Konsumsi Bahan Bakar Fosil. Diakses 26 Maret 2026
- Kabar Bursa, Analis: OPEC+ Hadapi Tekanan Iran, Harga Minyak Masih Terombang-ambing. Diakses 26 Maret 2026
- Berita Satu, Harga Minyak Meroket, Ini 5 Bahan Bakar Masa Depan selain BBM. Diakses 26 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












