Harga Minyak Naik, Gejolak Timur Tengah Bebani Global

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Minyak Naik, Gejolak Timur Tengah Bebani Global

Share this article

Gotrade News - Harga minyak mentah dunia melonjak hampir 2% setelah konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki minggu ketiga. Situasi ini penting karena meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi global dan menutup Selat Hormuz, jalur penting yang menyalurkan 20% pasokan minyak dunia.

Key Takeaways:

  • Harga minyak Brent naik 1,95% jadi US$ 105,15 per barel.
  • Konflik di Timur Tengah bisa membuat harga minyak semakin melambung.
  • Malaysia keluarkan Rp 8 triliun per bulan untuk subsidi BBM.

Kenaikan harga minyak ini berdampak langsung pada ekonomi global. Brent naik US$ 2,01 menjadi US$ 105,15 per barel, sementara WTI naik US$ 1,61 menjadi US$ 100,32 per barel. Konflik mendorong Iran menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, meningkatkan ketegangan di pasar minyak.

Selain itu, laporan mengindikasikan bahwa drone Iran menyerang terminal minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab. Meskipun aktivitas pemuatan minyak sudah pulih, ketidakpastian masih membayangi, terutama terkait suplai minyak mentah global yang terhubung dengan Fujairah.

Di sisi lain, Malaysia menghadapi tekanan harga energi global dengan mengalokasikan subsidi besar-besaran. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah menghabiskan sekitar Rp 8 triliun per bulan untuk mempertahankan harga BBM RON 95 di Malaysia.

Anwar menjelaskan, subsidi untuk BBM merupakan langkah penting dalam kondisi geopolitik yang tegang ini. Dengan harga minyak yang mencapai US$ 104 per barel, peran subsidi ini tetap krusial agar beban inflasi tidak memburuk bagi rakyat Malaysia.

Malaysia tidak hanya fokus pada RON 95, tapi juga mengawasi subsidi solar di Sabah dan Sarawak yang mencapai 4,6 miliar ringgit tahun ini. Pemerintah terus memantau potensi penyalahgunaan subsidi agar tetap tepat sasaran.

Badan Energi Internasional (IEA) juga merespons konflik ini dengan melepas lebih dari 400 juta barel cadangan minyak ke pasar. Langkah ini dilakukan untuk meredam potensi lonjakan harga lebih lanjut akibat ketegangan di Timur Tengah.

Secara keseluruhan, meski upaya untuk menstabilkan harga telah dilakukan, risiko geopolitik tetap menjadi ancaman utama yang membebani kondisi pasar energi global saat ini.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade