Gotrade News - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan tajam, mencapai hampir 2%, pada Senin (16/3/2026). Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan Iran serta ancaman terhadap jalur pasokan energi utama dunia. Untuk Gen Z dan Milenial, ini berarti potensi biaya bahan bakar yang lebih tinggi.
- Risiko pada jalur pasokan energi global meningkat.
- Harga minyak Brent dan WTI mencapai level tertinggi sejak 2022.
- Pengumuman pelepasan cadangan minyak global oleh IEA.
Harga minyak mentah Brent naik 1,95% menjadi US$ 105,15 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,63% menjadi US$ 100,32 per barel. Kenaikan ini berhubungan erat dengan konflik yang berlangsung di Timur Tengah, khususnya setelah AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, yang menghambat pasokan dari Selat Hormuz.
Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, menjadi titik krusial dalam konflik ini. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, yang bertanggung jawab untuk 90% ekspor Iran. Tindakan tersebut dapat memicu gangguan besar pada pasokan minyak global.
Drone Iran dilaporkan menyerang terminal minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab, tetapi aktivitas pemuatan minyak di lokasi tersebut dilaporkan telah kembali berjalan. Meski demikian, gangguan ini mengindikasikan ketidakstabilan yang lebih besar dalam pasokan energi global.
Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan opsi militer lebih lanjut, termasuk serangan darat dan pendudukan wilayah selatan Iran untuk menguatkan kontrol atas Selat Hormuz. Hal ini dapat meningkatkan eskalasi konflik dan mengancam stabilitas pasar energi.
Badan Energi Internasional (IEA) merencanakan pelepasan lebih dari 400 juta barel cadangan minyak demi mengurangi tekanan harga global. Cadangan ini akan dilepas dari negara-negara Asia dan Oseania dengan pasokan dari Eropa dan Amerika menyusul pada akhir Maret.
Pemantauan terhadap konflik ini sangat penting untuk investor dan konsumen, mengingat lonjakan harga energi yang dapat berdampak langsung pada biaya hidup dan operasi bisnis. Respons dari kedua belah pihak dalam konflik AS-Iran ini akan menjadi penentu utama bagi pasar minyak dalam jangka pendek.
Referensi:
- MetroTV, Kontrak Berjangka Saham AS Naik, Investor Masih Pelototi Konflik Iran. Diakses 16 Maret 2026
- Berita Satu, Harga Minyak Mentah Hari Ini Naik Nyaris 2 Persen ke US$ 105. Diakses 16 Maret 2026
- MetroTV, Meski Turun, Minyak Mentah Brent Masih di Atas USD100/Barel. Diakses 16 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












