Gotrade News - Harga minyak dunia naik lebih dari 2% pada Selasa, dipicu kekhawatiran terkait konflik di Selat Hormuz. Ketidakmampuan Presiden AS Donald Trump membentuk koalisi untuk mengawal kapal tanker mempengaruhi sentimen pasar.
Meningkatnya ketidakpastian ini terjadi setelah serangan Iran yang menurunkan pergerakan kapal melalui jalur pelayaran penting tersebut. Harga minyak Brent naik 3,2% mencapai USD 103,42 per barel, sementara harga minyak AS naik 2,9% menjadi USD 96,21 per barel.
Di tengah ketegangan, AS berencana melonggarkan sanksi terhadap sektor minyak Venezuela. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi minyak mentah untuk mengatasi lonjakan harga.
Pemerintahan Trump akan segera mengumumkan langkah tersebut, termasuk penerbitan izin bagi perusahaan asing di Venezuela. Kebijakan ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan sektor energi Venezuela.
Taylor Rogers, juru bicara Gedung Putih, mengonfirmasi bahwa pemerintah akan terus mengambil tindakan untuk membantu Venezuela mencapai perdamaian dan kemakmuran.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 13 juta barel minyak per hari, tetap menjadi jalur krusial bagi perdagangan minyak global. Analis menyebut skala gangguan pasokan minyak yang terjadi saat ini cukup besar.
Pemerintah AS mempertimbangkan pengawalan angkatan laut, namun langkah ini dapat berisiko karena kapal-kapal rentan diserang. AS kemungkinan akan menunda tindakan ini hingga situasi lebih aman.
Ketidakpastian ini menciptakan dinamika yang menuntut kewaspadaan investor minyak. Pasar terus mencermati kebijakan geopolitik yang dapat mempengaruhi arus perdagangan minyak.
Dalam konteks global, harga minyak menjadi indikator penting bagi keputusan investasi sektor energi. Perkembangan ini mempengaruhi prospek jangka pendek dan menengah dari pasar minyak dunia.
Referensi:
- Liputan6, Harga Minyak Hari Ini Rabu 18 Maret 2026, Melonjak Tajam!. Diakses 18 Maret 2026
- MetroTV, menkeu purbaya pastikan harga bbm tidak naik meski minyak dunia bergejolak. Diakses 18 Maret 2026
- MetroTV, harga minyak dunia kembali melonjak brent tembus usd102 barel. Diakses 18 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












