Harga Minyak Naik, Trump Sebut Damai Iran Kritis

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Minyak Naik, Trump Sebut Damai Iran Kritis

Share this article

Gotrade News - Harga minyak dunia tertahan di level tinggi setelah Presiden Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran. Brent ditutup di atas US$104 per barel pada Senin, sementara WTI menguat 2,8% ke US$98,03.

Penolakan tersebut memperpanjang penutupan Selat Hormuz dan menambah tekanan pada rantai pasok energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi serta mendukung saham produsen migas AS seperti Exxon Mobil dan Chevron.


Key Takeaways:

  • Brent naik 2,9% ke US$104,22 dan WTI naik 2,8% ke US$98,03 setelah Trump menolak proposal Iran.
  • Trump menyebut kesepakatan damai AS-Iran berada dalam kondisi kritis pada Senin, 11 Mei 2026.
  • Selat Hormuz tetap tertutup sehingga rantai pasok minyak, gas, dan bahan bakar global terganggu.

Sikap Trump dan Posisi Iran

Menurut Bloomberg Technoz, Trump menyebut respons Iran sebagai "sampah" saat berbicara kepada wartawan di Oval Room. Ia mengaku bahkan tidak menyelesaikan membaca dokumen proposal damai tersebut.

Iran meminta Washington mencabut blokade laut serta melonggarkan sanksi ekonomi yang berlaku. Teheran juga menuntut tetap memegang kendali penuh atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Trump belum memastikan akan melanjutkan serangan militer ke Iran seperti yang sempat diancam sebelumnya. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mempertimbangkan menghidupkan kembali rencana pengawalan kapal komersial AS.

Gencatan senjata sebenarnya telah berlangsung sejak awal April dan relatif bertahan meski sempat ada serangan kapal. Pernyataan Trump pada Senin malam menjadi sinyal paling negatif sejak konflik dimulai sepuluh pekan lalu.

Dampak ke Pasar Energi AS

Dilansir Metro TV, kedua kontrak minyak sempat anjlok lebih dari 6% pekan sebelumnya karena harapan damai. Pembalikan arah terjadi cepat setelah pernyataan Trump pada Senin malam waktu Washington.

Rata-rata harga bensin nasional AS sudah berada di US$4,52 per galon sebelum lonjakan harga minyak terbaru. Senator Josh Hawley mengusulkan undang-undang penangguhan pajak federal bensin 18,4 sen per galon.

Saham produsen besar seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) berpotensi diuntungkan dari harga minyak yang tinggi. ETF energi seperti United States Oil Fund (USO) juga biasanya naik mengikuti pergerakan harga WTI.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser menyebut pasar butuh berbulan-bulan menormalkan diri jika Selat Hormuz dibuka kembali. Jika penutupan berlanjut beberapa pekan lagi, normalisasi penuh dapat tertunda hingga tahun 2027.

Melansir Bloomberg Technoz, stok minyak AS diperkirakan turun 1,3 juta barel pada pekan berakhir 8 Mei. Pelepasan dari cadangan strategis SPR diproyeksikan mencapai 1,2 juta barel per hari oleh strategis Macquarie Walt Chancellor.

Investor ritel disarankan mencermati rilis data inventori EIA dan komentar pejabat AS pekan ini. Volatilitas harga minyak bisa berlanjut selama jalur perdagangan utama Timur Tengah masih terhambat ketegangan diplomatik.

Pengamat pasar juga menyoroti potensi Iran mengerahkan kapal selam mini untuk pengawasan kawasan. Laporan gangguan sinyal navigasi sudah muncul di sekitar Selat Hormuz selama beberapa pekan terakhir.

Sektor energi AS sempat menjadi salah satu penopang utama indeks S&P 500 sepanjang tahun ini. Apabila harga Brent bertahan di atas US$100, laba kuartalan produsen migas berpotensi terus melampaui ekspektasi analis.


Sumber:


Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade